This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 November 2013

Terlalu Banyak Makan Daging Beresiko Diabetes

Banyak yang beranggapakan jika makan daging dalam jumlah banyak tetapi diikuti dengan  makan buah dan sayuran akan mencegah datangya penyakit diabetes. Asumsi ini ternyata keliru karena ternyata  konsumsi daging berlebihan akan tetap meningkatkan risiko diabetes, walaupun diimbangi mengkonsumsi buah dan sayuran.

INSERM, sebuah lembaga penelitian medis di Paris mengungkapkan bahwa buah dan sayuran tidak sepenuhnya mengimbangi efek buruk dari mengkonsumsi daging-dagingan yang berlebihan.

Kaitan terlalu banyak daging, keju dan bahan makanan yang menimbulkan asam dalam tubuh dengan diabates tipe 2 ditemukan dalam penelitian jangka panjang terhadap lebih dari 60 ribu wanita. Diabetes tipe 2 adalah bentuk paling umum dari penyakit diabetes.


Para wanita yang paling banyak mengonsumsi makanan pembentuk asam memiliki risiko 56% lebih besar terhadap diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan sedikit.

Dalam kesimpulannya seperti dilansir dari dailymail, penulis mengatakan
"Dari perspektif kesehatan masyarakat , rekomendasi diet seharusnya tidak hanya memberatkan kelompok makanan tertentu tetapi juga mencakup rekomendasi pada kualitas keseluruhan diet , terutama untuk menjaga keseimbangan asam yang memadai".

Kamis, 14 November 2013

Anda Masih Muda ? Hati-Hati Dengan Diabetes




Penyakit gula atau diabetes dulu hanya diderita oleh orang-orang tua atau  usia lanjut yang memang sel-sel tubuhnya mulai menua. Namun saat ini tidak demikian keadaannya, diabetes ternyata juga sudah mulai menyerang kaum muda atau remaja.  Perubahan gaya hidup dan pola makan membuat disebut-sebut faktor utama berkembangnya penyakit ini dikalangan muda. Lantas, bagaimana mencegah agar terhindar dari diabetes ketika masih muda?

Prof Dr Sidartawan Soegondo, FACE, dari Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) menyatakan bahwa pengidap diabetes berusia 20-30 tahun jumlahnya terus meningkat. Ia pun berpesan agar anak muda selalu menerapkan pola hidup sehat supaya tidak terkena penyakit ini.

"Ada 2 pesan. Yang pertama, lakukan aktivitas fisik," kata Prof Sidartawan usai peringatan Hari Diabetes Sedunia di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, seperti ditulis pada Jumat (14/11/2013).

Yang dimaksud Prof Sidartawan aktivitas fisik  adalah olahraga yang harus dilakukan secara rutin. Olahraga jalan kaki 30 menit tiap hari sebanyak 5 kali dalam seminggu sangat dia sarankan.

Dengan aktivitas olahraga secara rutin bisa membakar kelebihan sumber energi di dalam termasuk didalamnya gula. Selain itu tentunya untuk mengontrol  kadar gula yang berlebihan. Disamping juga olahraga dapat mencegah kegemukan dan menjaga berat badan tetap ideal.

Menurut Prof Sidartawan salah satu pemicu kegemukan adalah makan berlebihan tanpa diimbangi olahraga. Dan apabila sudah gemuk biasanya penyakit apa saja termasuk diabetes mudah masuk. Sehingga pola makan yang sehat dapat mencegah kegemukan.

Prof Sidartawan untuk menjaga tubuh paling tepat menurutnya adalah menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang. Beliau juga tidak menyarankan diet-diet yang tidak jelas keamanannya.



via.detik.com

Selasa, 09 April 2013

Sebaiknya Kenali Tanda Awal Diabetes Mellitus

Kenali Tanda Awal Diabetes Mellitus
Masih banyak yang belum paham apa itu penyakit Diabetes mellitus. Masyarakat perlu lebih faham perihal tanda awal yang ada dalam kesehariannya seperti sering timbulnya rasa haus, terlalu sering buang air kecil, mudah merasakan kelelahan, cepat dan mudah mengantuk, sering merasa lapar, sering kesemutan, berat badan cenderung melorot, keinginan berhubungan seks berkurang, sekujur badan terasa gatal-gatal, penglihatan menjadi kabur, dan penyembuhan luka yang lebih lama.

Para penderita Diabetes mellitus memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan penderita mengalami dehidrasi, yaitu karena banyak mengeluarkan air kencing. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan akibat jumlah kalori terus mengalami penurunan.

Adakah satu atau beberapa tanda yang sudah melekat dalam keseharian dan terasa dibadan ? Segeralah memeriksakan kadar gula darah. Bisa melalui pemeriksaan kadar gula darah puasa atau kadar gula darah sesaat (2 jam setelah makan).

Dengan cara pemeriksaan kadar gula darah, maka akan diketahui apakah seseorang termasuk normal, prediabetes atau memang sudah mengidap diabetes. Pengukuran kadar gula darah puasa yang menghasilkan angka kurang dari 100 mg/dl maka tergolong normal, artinya tidak terkena Diabetes mellitus, pertahankanlah dengan gaya hidup dan pola makan yang sudah dilakukan. Jika capaian kadar gula darah 100 – 125 mg/dl, maka tergolong prediabetes, artinya sudah terkena lampu kuning. Sedangkan disebut mengidap diabetes jika kadar gula darah telah melampaui 125 mg/dl. Adapun melalui pengukuran kadar gula darah sesaat, jika capaiannya kurang dari 140 mg/dl maka dikatagorikan normal, antara 140 – 200 mg/dl termasuk prediabetes, dan jika melampaui 200 mg/dl sudah termasuk diabetes.

Ada 2 tipe Diabetes mellitus. Tipe 1 berkaitan dengan faktor keturunan atau warisan dari oran tua, hal ini berkaitan dengan gen. Pada tipe ini kelenjar pankreas mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa lagi memproduksi insulin. Oleh sebab itu penderita Tipe 1 memerlukan suntik insulin (Insulin-Dependent Diabetes Mellitus atau IDDM). Untuk Tipe 2 muncul terutama karena gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan yang tidak baik.

Dalam hal ini penderita tipe 2, pankreasnya mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup, yaitu untuk mempertahankan kadar glukosa darah pada tingkat normal. Ternyata insulin tersebut tidak dapat bekerja optimal dalam membantu sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa. Tak lain karena terganggu oleh komplikasi obesitas, seperti kadar lemak darah yang tinggi (kolesterol dan trigliserida). Sekitar 80 sampai 90 persen orang dengan obesitas ternyata mengalami Diabetes mellitus tipe 2.

Pada penderita Diabetes mellitus tipe 2 insulin tidak bekerja efektif dalam membantu penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengaan demikian organ pankreas terus berusaha memproduksi insulin yang lebih banyak. Pankreas akan terus bekerja keras dalam menghasilkan insulin, sehingga kemampuannya makin menyusut. Kondisi yang demikian disebut resistensi insulin dan merupakan faktor resiko seseorang dapat mengalami tipe 2.

Ya, cermati tanda-tanda awal Diabetes mellitus baik Tipe 1 atau 2. Pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, hal seperti kelebihan berat badan bahkan obesitas, sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat.

Rabu, 18 Juli 2012

Jenis diabetes serta Gejala dan Cara Mengobatinya

Diabetes merupakan penyakit dimana tubuh tidak dapat mengatur kadar gula dalam darah, sehingga kandungan gula dalam darah terlalu tinggi. Diabetes mempengaruhi cara tubuh menangani karbohidrat, protein dan lemak. Diabetes bisa mengakibatkan dampak yang serius bagi kesehatan bila tidak diobati. Kadar gula darah diatur oleh hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.

Gejala Diabetes

gejala diabetes, seperti apa ciri-ciri penderita diabetes, cara mengobati diabetes
Berikut beberapa gejala umum dari penyakit diabetes.

- sering buang air kecil
- sering kehausan
- merasakan lelah yang berlebihan
- rasa lapar meningkat

Selain itu, ada beberapa gejala lainnya dari penyakit diabetes. Berikut beberapa gejala-gejalanya.

- pandangan kabur
- mengalami infeksi kulit yang sulit disembuhkan
- gangguan gusi
- kerontokan rambut


Jenis-jenis Diabetes

Diabetes terdiri dari 2 tipe, yaitu tipe I dan tipe II .

Diabetes tipe I
Penyebab diabetes tipe I adalah ketidakmampuan pankreas dalam menghasilkan insulin.

Diabetes tipe II
Penyebab dari diabetes tipe II adalah jaringan tubuh menjadi resisten terhadap insulin.

Kondisi tubuh yang berhubungan dengan diabetes tipe II adalah hipoglikemia dan hiperglikemia. Orang yang menderita obesitas sangat berisiko untuk mendapatkan diabetes tipe II.


Pengobatan
Seseorang yang terkena diabetes, hal utama yang perlu diperhatikan adalah kadar gula dalam darah. Mengontrol gula darah merupakan langkah untuk mengobati diabetes. Untuk menghilangkan komplikasi yang disebabkan oleh diabetes, harus melakukan diet yang sehat dan olahraga. Pengujian gula darah dapat menunjukkan ukuran yang cocok kadar gula dalam darah. Hal ini tergantung pada usia. Pada usia muda dengan asumsi tidak banyak komplikasi yang sesuai adalah 80 - 120 mg/dl dan pada usia tua adalah 100 mg/dl.

Penderita diabetes dapat memperbaiki kondisinya dengan cara pengobatan, memilih diet yang cocok, latihan yang tepat dan menjaga berat badan yang sehat. Makanan yang cocok untuk penderita diabetes adalah makanan yang mengandung gizi tinggi tetapi rendah lemak dan rendah kalori, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.