This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label defenisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label defenisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Arti cinta sejati

Arti cinta sejatiCinta sejati adalah cinta yang menyandarkan harapan terbesarnya hanya kepada Allah,,,
Cinta seperti ini membebaskan manusia dari perasaan kecewa karena sungguh,,,
tidak akan kembali pengharapan seorang makhluk kepada makhluk yang lain melainka
 ia akan kembali berupa kekecewaan,,,
Apalah yang bisa dilakukan seorang makhluk untuk memuaskan makhluk yang lain,,,
sedangkan untuk memuaskan dirinya sendiri saja dia tidak bisa,,,

Hanya kepada Allah lah berpulang semua pengharapan,,,

Senin, 20 Februari 2012

Pengertian Pengajaran ( Defenisi Pengajaran )

Pengajaran-Para ahli berpendapat bahwa pendidikan tidak sama dengan pengajaran. Ada yang berpendpat bahwa pendidika lebih luas dari pada pengarajaran ada juga yang menagtkan pendidikan adalah uasaha pengembangan aspek rohani manusia, sedangkan pengajaran aspek jasmani dan akal saja.Bagaimana duduk persoalannya?

guru besar IKIP BAndung, pernah menjelaskan msalah ini dalam tulisannya. Mneurut pendapatnya, mendiidk dalam arti pedagogis tidak dapt disamakan denganpengertian mengajar.Pengajaran meurut pendapatnya adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak, mengenai segi kognitif dan psikomotor semata-mata, yait supaya anak lebih banyak pengetahuaany, lebih cakap berpikir kritis, sistematis da obyektif serta trampil dalam mengerjakan sesuatu.Tujuan pengajaran lebih mudah dari pada tujuan pendidikan.

Uraian ini agak membingungkan.pada satu pihak , ia mengatakan bahwa mendidik tidak sama dengan mengajar. Tetapi pada pihak lain mendidik itu bertujuan mengembangkan seluruh aspek kepribadian. K.H Dewantoro berpendapat bahwa pengajaran itu adalah sebagian dari pendidikan. Ia menyatakan sebagai berikut” pengajaran (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan kecakapan ”.

Tidak terdapat perbedaan yang mendasar antara pendapat Sikun Pribadi dan pendapat Dewantoro.Menurut mereka mendidik ialah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam menuju kedewasaannya.Salah satu di antara sekian banyak usaha yang dapat dilakukan ialah dengan mengajar. Usaha lain umpamanya memberikan contoh yang baik member hukuman, hadiah,dan sebagainya.

Sekalipun pengertian pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh Sikun Pribadi dan Dewantoro tersebut hanya berlaku bagi pendidikan yang melibatkan guru (si pendidik), namun pengertian itu dapat dipakai, sekurang-kurangnya untuk menentukan pengertian pendidikan dalam arti sempit.

Setelahmengenal sietem dan pengajaran maka selanjutnya kita membahas bahwa yang disebut system pengajarn ialah :

Gagne dalam atwi suparman mengatakan bahwa : system pengajaran adalah suatu set peristiwa mempengaruhi siswa sehingga terjadinya proses belajar . proses belajar yang dilakukan siswa bisa digerakkan olh guru yang dikenal dengan pengajaran bisa juga dilakukan sendiri oleh siswa dengan menggunakan sumber-sumber belajar seperti : nara sumber yang ahli dibidangnya masing-masing buku,  gambar, program televise, dan internet.

Kegiatan pengajaran sebagai suatu system terdapat sub system sebagai berikut : siswa, guru, tujuan, bahan , strategi pengajar, dan evaluasi.
Pengertian lain mengenai system pengajaran dan komponen-komponen system pengajaran dikemukakan oleh umar hamalik yang meliputi unsure-unsur manusiawi, material , fasilitas , perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan . 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem pengajaran adalah suatu kombinasi terprganisasi yng meliputi unsure-unsur manusiawi material , fasilitas, perlngakapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai sesuatu tujuan serta sebagain panduan dalam rangaka perencanaan dan penyelenggaraan pengajaran.

Selasa, 07 Februari 2012

Pengertian Pendidikan Seks

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991 ). Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagai pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal (Mudyahardjo, 2001:6 ).
Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994), secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan, sampai kelahiran, tingkah laku seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan, dan kemasyarakatan. Menurut Dr. Abdullah Nashih Ulwan, pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan penerangan tentang masalah-masalah seksual yang diberikan kepada anak sejak ia mengerti masalah-masalah yang berkenaan dengan seks, naluri, dan perkawinan. Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi, fisiologi seks manusia, dan bahaya penyakit kelamin.
Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan seks sehingga ia dapat menyalurkan secara baik, benar, dan ilegal. Pendidikan seks dapat di bedakan antara lain:
a.    Sex Intruction ialah penerangan mengenai anatomi seperti pertumbuhan rambut pada ketiak, dan mengenai biologi dari repoduksi, yaitu proses berkembang biak melalui hubungan untuk mempertahankan jenisnya termasuk didalamnya pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan.
b.    Education in sexuality meliputi bidang bidang etika, moral, fisiologi, ekonomi, dan pengetahuan lainnya yang di butuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individual sexual serta mengadakan inter personal yang baik.
Akses informasi seks sangatlah mudah dan cepat dari berbagai media, informasi tersebut dengan mudah didapat melalui internet, HP, majalah, serta media lainnya. Maka selayaknya orang tua sebagai pihak pertama yang bertanggung jawab terhadap keselamatan putra putrinya dalam menjalani tahapan-tahapan perkembangan (fisik, emosional, intelektual, seksual, sosial, dan lain sebagainya) yang harus mereka lalui, dari anak-anak sampai dewasa.
Pendidikan seks di negara-negara sekuler menitik beratkan pada prilaku seks yang aman dan sehat dan tak mengajari anak-anak tentang menghindari seks bebas, sehingga tidak bisa mengurangi timbulnya penyakit menular seks (PMS) dan kehamilan pra nikah.3 Di dalam Islam, isu yang berkaitan dengan seks bukanlah perkara asing, dibicarakan dengan begitu luas oleh para ilmuan dan para ulama, pembicaraan masalah seks tersebut bukanlah berdasarkan kepada pandangan mereka semata-mata tetapi adalah berdasarkan kepada pandangan Al-Quran dan Al-Hadits.
Perbincangan tentang seks senantiasa dikaitkan dengan persoalan aqidah, akhlak, menjauhi kemungkaran, dan tidak mendatangkan kemudahratan terhadap orang lain. Sebagai contoh, Quran telah menggambarkan institusi perkawinan sebagai sebuah institusi yang suci yang mampu memberikan ketenangan dan kasih sayang, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Apabila membicarakan perkara yang berkaitan dengan penyelewengan seks seperti zina, Allah SWT menegaskan dalam Al-Quran: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.
Apabila menyentuh persoalan hubungan homoseksual seperti yang di kisahkah melalui kaum Nabi Luth As, Allah SWT mengecam melalui dalil yang artinya :
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homoseksual) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
Islam sangat mementingkan umatnya menjalani kehidupan seksual yang sempurna dan baik selaras dengan tuntunan Allah SWT. Segala perintah dan peraturan agama berkaitan dengan seksual yang ditetapkan oleh Islam adalah kepada kesejahteraan hidup manusia.
Pendidikan Seks dalam Perspektif Al-Qur’an sebagaimana firman allah yang berbunyi:
Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.
Tanggung jawab beribadah bermakna menjalankan kehidupan sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT melalui Al-Quran dan Hadits Rasulullah SAW. Kehidupan seksual tidak terlepas dari tanggung jawab para pendidik dan masyarakat pada umumnya untukmemberikan pengetahuan serta pemahaman kepada generasi muda, mereka perlu diberi pemahaman dan pembelajaran seksual yang selaras dengan nilai dan garis hidup yang ditetapkan dalam Al-Qur’an.
Pendidikan seks di dalam Islam merupakan bagian integral dari pendidikan akidah, akhlak, Pada mulanya orang menganggap bahwa pendidikan seks itu amatlah kotor yang tak patut diajarkan. Golongan yang berpendapat demikian ini karena mereka anggap bahwa seks adalah masalah tabu yang tak perlu dikenal apalagi sampai diajarkan.Namun demikian banya k juga kalangan cendekiawan yang mendukung agar pendidikan seks disebarluaskan. Dalam survey yang diadakan terhadap anak-anak gadis yang hamil diluar pernikahan ditemukan bahwa pada umumnya mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan seks disekolah maupun dirumah. Sekarang masalahnya bagaimana cara memberikan pendidikan seks itu?. Mengingat karena masalah seks ini bagi kita masih begitu rumit, sensitive dan komplek hendaknya dalam menerapkan pendidikan seks perlu dijunjung norma-norma agama dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat.