This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Kisah Taubat Seorang Pembunuh


Taubat Seorang Pembunuh
Seorang pembunuh yang amat kejam telah menghabisi nyawa 99 orang. Ia merasa sangat bersalah dan menyesal. Ia mendatangi seorang alim dan bercerita tentang masa lalunya yang kelabu itu. Iamengutarakan maksudnya untuk bertaubat dan menjadi orang yang lebih baik. Aku ingin tahu; " apakah Tuhan akan mengampuniku??" ia bertanya.
Sang alim rupanya belum cukup banyak belajar. Ia menjawab, " Tentu saja kau tak akan diampuni-Nya ". Karena kesal  Ia membunuh alim itu jadi genab 100 orang yang dibunuh .

Kemudian ia bertemu orang alim lain. Ia mengatakan telah membunuh seratus orang. Aku ingin tahu,  tanyanya, apakah Tuhan akan mengampuniku jika aku bertaubat? Alim kedua ini lebih bijak dari yang pertama. Ia menjawab, " Tentu saja  kau akan diampuni. Bertaubatlah sekarang juga. Aku hanya punya satu
nasihat untukmu; jauhilah teman-temanmu yang jahat dan bergabunglah
dengan orang-orang yang saleh, karena teman yang jahat akan "
mendekatkanmu kepada dosa. Orang itu lalu bertaubat dan menyesali dosa-dosanya. Ia menangis memohon ampunan Tuhan. Kemudian ia pun menjauhi teman-temannya yang jahat dan pergi mencari perkampungan tempat orang-orang saleh tinggal. Namun ketika ia berada di perjalanan, ajalnya tiba. Malik, Malaikat Penjaga Neraka, dan Ridwan, Malaikat Penjaga Surga, sama-sama datang untuk menjemput ruhnya. Malik berkata bahwa orang itu adalah pendosa  besar dan tempatnya di neraka jahanam.

Tetapi Ridwan juga mengklaim bahwa orang itu layak masuk surga. Malaikat Ridwan berkata, Orang ini  bertaubat dan telah memutuskan untuk menjadi orang baik. Ia sedang menempuh perjalanan ke kampung
tempat tinggal orang-orang saleh ketika ajalnya tiba. Kedua malaikat itu pun berdebat. Jibril datang untuk menyelesaikan masalah. Setelah mendengar pernyataan dari kedua malaikat, Jibril memutuskan, Ukur jaraknya. Jika tanah tempat mayatnya berada lebih dekat kepada orang-orang saleh, maka ia masuk surga; namun jika letak mayatnya lebih dekat kepada orang-orang jahat, ia harus masuk neraka.

Karena bekas pembunuh itu baru saja meninggalkan tempat orang jahat, ia masih terletak dekat sekali dengan  mereka. Tetapi karena ia bertaubat dengan amat tulus,  Allah memindahkan tubuhnya dari
tempat ia meninggal ke dekat perkampungan orang saleh. Dan hamba yang bertaubat itu pun diserahkan ke dekapan malaikat penjaga surga.
Allah berfirman , Jika hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, Aku akan mendekatkan diri kepadanya satu siku. Apabila dia kembali kepada-Ku sambil berjalan, Aku akan menyambutnya sambil
berlari
Moga kisah islami ini manfaat . amin

Jumat, 27 April 2012

Pesantren atau Sekolah ?

Pak Badri dan badru adalah sahabat lama dan bertetangga dekat
di usia berkepala emapat mereka sudah mempunya anak yang 
yang mau melanjutan studi setelah SD , dimana pak badri orangnya religius
dia berinisiatif ingin melanjutkan pendidikan anaknya di pesanteren salafi
di Jawa Barat karna dengan Salafi dia maerasa anaknya ini akan dalam ilmu
agama terutama di bidang teologi dan syari'ah , sebab di pesanteren memang
saat belajar selalu disuguhi ilmu agama yang dalam untuk bekal menghadapi
finah agama...
Berbeda dengan pak Badru minatnya ke agama biasa-biasa saja , sehingga
berpandangan dengan sekolah umum dan pandidikan yang punya legalitas
formal yang akan bisa sukses menjuarai dunia , mamang opimini masyarakat
mayoritasnya seperti ini sekarang , di mana-mana butuh izazah untuk mendaftar kerja
ada izazah dan pulus lulus skil itu nomor terakhir tapi gak semuanya juga sih..

 Ujian Nasional telah di ambang pitu , oleh sebab itu pak Badri dan Pak badru
berbincang-bincang tentang lanjutan anaknya masing-masing ,
pak Badru memulai omongan , " si Musthofa anak mu mau disekalohin di mana  ? "
" ke pesantren salafi  " jawab pak badrindengan bangga
" lo loh emang pesanteren salafi itu ada izazahnya apa ? " lanjut pak badru ,
" ndak ada " di balas pak Badri
" ngapain lo sekolahin ke pesanteren salafi gak ada masa depan , sebab gak ada izazahnya "
tukas pak Badru meremehkan pilihan pak Badri
dangan tangkas disambit pak badri " lo punya izazah S 1 kan ? "
 " iya " jawab pak badri
" hidup lo gimana  ? " 
pak badru terdiam malu ( sebab merasa hidupnya susah juga karna dizaman sekarangkalau hanya mengandalkan izazahtanpa kenalan dan uang sulit juga jadi PNS )
lanjut pak Badri
" sama kan dengan gue sama-sama mencangkul disawah
dan sama-sama hidup sederha , lo gak ada bedanya dengan gue yang gak punya izaza ,
status dan kekayaan itu adalah anugrah Tuhan , tidak setiap yang punya ilmu dan izah hidupnya mapan dan sukses dan yang gak punya izazah melarat-marat . semua sudah diatur oleh  Allah dan kita disuruh berusaha saja , aku meliat hidup ustaz labih damai dan langka terdengar kabar ustaz koruptor  kecuali oknum , tapi yang punya gelar dan titel tinggi banyak jangankan yang karuf para pejabat kita buat video porno lagi , itu lebih parah mau kamu bimbing anak mu seperti itu ? " pak badru berpidato ,
( Pak Badru lagi-lagi ndak berkutik .)
Pak Badru melanjutkan omongan " gini sobat hidup harus bijak jangan hanya memandang dunia yang akan hancur seketika dengan azab dan ujian , kita harus memilih ahirat dan tanpa melepas dunia , apa sih susuahnya kalau kamu ragu hidup tanpa izazah , pesanterenkan anak mu si Andi bersama anak ku sambi sekolah , tuntaskan . agama kamu dapat yang banyak izazah kamu punya juga " selesai omongan pak Badru
...untuk cerita selanjutnya sahabat semua yang lanjutkan ..hehehhePesantren atau Sekolah ?
moga cerita dari kisa-kisa isalami ada manafaatnya ..maaf kalo bahasa dan alurnya kurang ngepas karna saya juga lagi dalam belajar untuk mengungkapkan lewat tulisan.
satu pesan yang ingin penulis sampaikan jangan ragu terhadap agama , memilih pesanteren bukan neraka dunia dan memilih sekolah bukan sorga dunia semua adalah proses pengendalian potensi yang ada..

Jumat, 13 April 2012

Sejarah Singkat Marga Lubis

Silsilah Marga lubis dari Mandailing Natal
sekilas tentang marga lubis yang berada di mandailing - medan sumatra utara
Dari dulu  sampai sekarang masyarakat Mandailing mempercayai bahawa Namora Pande Bosi adalah nenek moyang orang-orang Mandailing yang bermarga Lubis.
Menurut legendanya, Namora Pande Bosi (Daeng Mela) berasal dari Bugis di Sulawesi Selatan. Dalam pengembaraannya dia sampai ke satu tempat yang bernama Sigalangan Mandailing Natal (Pemekaran dari Kab. Tapanuli Selatan). (Dalam tarombo marga Lubis yang disusun oleh Raja Junjungan pada tahun 1897, ada juga tercatat bahwa nama isteri Namora Pande Bosi ialah Boru Dalimunte Naparila, artinya puteri Dalimnte yang pemalu). Daeng Mela yang kemudian digelari Na Mora Pande Bosi adalah seorang pahlawan.

Pada waktu Malaka jatuh ke tangan Portugis, Daeng Mela mundur, dan ingin kembali ke negrinya Bugis. Namun dia harus menempuh jalan darat demi keselamatan dirinya sendiri. Dia memulai perjalanan dari Labuhan Ruku dan sampai di Negeri Baru, yang sama ini terkenal sebagai pelabuhan besar.
Sejarah Singkat Marga Lubis
Di sana Daeng Mela melapor kepada Raja Hatongga, dan menceritakan kepandaiannya sebagai pandai besi, sekaligus mendemonstrasikan bagaimana cara membuat cangkul, kampak, bajak, parang, tombak dan macam-macam lagi. Caranya bekerja bukanlah seperti orang biasa, besi yang sudah dibakar bisa dibengkokkan dan ditipiskan tanpa alat, cukup dengan menggunakan tangannya

Raja Hatongga sangat heran, dan takjub. Akhirnya Daeng Mela sangat disegani di kampung itu, sampai raja merestui perkawinannya dengan adik perempuan Raja, yang bernama Lenggana. Sesuai dengan adat Tapanuli Selatan, maka Daeng Mela diberi marga yaitu Lubis. Daeng Mela kini berganti nama menjadi Na Mora Pande Bosi Lubis. Sebagai maharnya, Na Mora Pande Bosi Lubis hanya memberi tiga helai kain tenun petani. Demikianlah kedua insan ini membentuk keluarga di Lobu Hatongga dengan sebidang tanah, dan perumahan yang diberikan raja Mereka cukup berbahagia setelah lahir putra kembar, yaitu Sultan Bugis, dan Sultan Berayun.Sejarah Singkat Marga Lubis

Suatu ketika Na Mora Pande Bosi Lubis pergi berburu ke tempat yang lebih jauh dari sebelumnya, di Hamaya Tonggi yang terkenal angker. Sampai enam kali dia menyumpit burung, kena dan jatuh ke tanah, namun tak pernah jumpa. Begitu pula pada penyumpit yang ke tujuh kali membuat dia kesal dan marah. Tiba-tiba muncullah seorang gadis cantik terjadilah dialog. Na Mora Pande Bosi Lubis begitu terpesona melihat gadis itu, akhirnya dia mengikuti gadis tadi sampai ke tempat tinggalnya, dan keduanya menjadi suami istri.
Sejarah Singkat Marga Lubis
Kerajaan Hatongga menjadi heboh, raja memerintahkan semua orang untuk mencari Na Mora Pande Bosi Lubis. Terakhir gong sakti dipukul (dibunyikan) Na Mora Pande Besi Lubis sadar, dan dia kembali pulang menemui istrinya dengan membawa keris tidak bersarung lagi.

Di negeri bunian istri kedua. Na Mora Pande Bosi Lubis melahirkan anak kembar diberi diberi nama Si Langkitang dan Si Baetang. Setelah besar, kedua anak ini pergi mencari ayahnya sesuai dengan petunjuk ibunya, dan ternyata impian mereka terkabul. Keluarga Na Mora Pande Bosi menerima kedua anak itu sebagai anggota keluarga, sama seperti anaknya kandung.

Suatu ketika terjadi perkelahian antara Sultan Bugis dengan Si Langkitang, gara-gara berebut putri paman, yang akhimya dimenangkan oleh Si Langkitang. Karena mereka saling berkelahi, maka sang ibu membela anak kandungnya, selia menyuruh kedua anak itu pergi. Kedua anak itu pergi, dan mereka sampai di Singengu.Sejarah Singkat Marga Lubis

Singengu adalah daerah pegunungan yang tinggi dari apabila menatap dari puncaknya, masih tampak Lobu Hatongga. Di sana dengan suara yang keras si Langkitang bersumpah agar keluarga Na Mora Pande Bosi Lubis di Lobu Hatongga akan punah. Semua keturunan Si Langkitang dan Si Baitang yang menyebar di seluruh tanah Mandailing dan di tempat-tempat lain dikenali sebagai orang-orang Mandailing yang bermarga Lubis.

Sepetti inilah sekilas sejarah dan merupakan silsilah marga lubis mandailing