This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 Juni 2012

Berbahagia Menyambut Bulan Rhamadhan

Bulan sya'ban semakin mendekati babak fhinis purnama beberapa hari kan tiba bulan ramadhan di depan mata 
sebagai mumkin setia sambutlah dengan gembira . ada kalimat yang berkata " barang siapa yang bergembira dengan datangnya rhmadhan maka diampuni dosanya " sungguh ini motivasi buat kita agar menyambut romadhan dengan bahagia dalam arti kata menyiapkan mental , fisik dan materi untuk melaksanakan amalan sunnah di malam dan amalan wajijib atau faridoh di siang hari , yaitu saum atau puasa .

Puasa di bulan rhamadhan hukumnya fardhu ain bagi kaum muslimin yang kaya dan yang miskin sama , kefarduan rhamadan berbeda dengan kefarduan sholat pada wanita dimana wanita saat dalam berhadas besar dilarang melakukan sholat dan puasa namun puasa wajib di qodo atau diganti dihari lain sedangkan solat tidak .diambil dalil oleah paradigma islam hadis yang mashur yaitu hadits siti a'isah .

Puasa diwajibkan semenjak mulai terbit pajar hingga gurub atau terbenam matahari  , tapi meski demikian kita dianjurkan untuk imsak bahkan hukum imsak adalah wajib menurut ulama fiqih syafii . imsyak sekitar 10 menit sebelum waktu terbit fajar . disini kita star dilarang makan dan minum dan menghindari jalan dosa lainnya seperti mencaci , mezolimi orang lain, menyakiti hati oarang lain dan sebagainya .

bulan romadon
bulan ramadhan atau puasa
Denagan mempersiapkan mental dan fisik juga materi dan ilmu pelaksanaan peraktek puasa pada dasarnya termasuk berbahagia dengan datangnya rhamadan . Nah oleh sebab itu persiapka ilmu untuk peraktek ibadah Puasa dibulan ramadhan nanti agar ibadah kita diteriama sebab berkata imam ibnu ruslan dalam zubad " amal ibadah tanpa ilmu adalah ditolak dan tidak diterima " jelas ibadah harus disertai ilmu mumpung masih ada waktu belajar minta keteranagan sama ustaz setemapat masing-masing agar beliau menjelsakan tata cara ibadah Pusa . oke segitu saja wallohu'lam 

Untuk selanjutnya baca juga artikel tentang Keutamaan bulan Pusa di postingan berikut ini !

Kumpulan Sms Ucapan Selamat Puasa dan Lebaran

Berikut Ini kata-kata muiara untuk ucapan Puasa dan lebaran  :
  •  Tak selamanya hati seputih awan, tak selamanya jiwa sebening embun. Bila mulut salah berucap, tangan salah berbuat, terimalah maaf walau tak sempat berjabat. Selamat menunaikan ibadah puasa..

  • Bila canda membuat luka. Bila lidah mulai berbisa. Bila senyum tak lagi berharga. Hanya seribu maaf kupinta. “Met puasa ya” Mohon maaf lahir dan batin. 

  •  Assalamualaikum sahabatku, 15 purnama telah berlalu, lelah rasanya hati merindu, sekarang tiba saat yang ditunggu. Maaf atas segala kekhilafanku. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga kita jadi insan bertaqwa.

  • Bila ada janji tak setepat waktu sholat tiba. Bila ada serangkai kata dusta. Bila ada prasangka tak seindah serangkaian do’a. Bila aku teman, sahabat atau keluarga yang tak sebaik suara adzan bergema. Bila ada kata lara yang masi membekas dihati. Bila hati tak sebening emun pagi. Bila wajah tak secerah mentari. Bila ada tingkah laku tak sebaik bacaan qur’an. Bersikan jiwa dan sucikan hati di hari yang fitri ini. Tak ada kata yang baik dan bijaksana selain “TAKOBALLAHU-MINA-WAMINKUM MINAL AIDIN WAL-FA IZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

  • Berbuat khilaf adalah sifat , Meminta maaf adalah kewajiban Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan , MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

  • Ijinkan saya bersajak Untuk LISAN yang tak terJAGA , Untuk JANJI yang terABAIKAN, Untuk HATI yang berPRASANGKA , Untuk SIKAP yang menyakitkan. Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI , Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN, Semoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA   

  •  Seiring cahaya rahmat bulan Syawal, kuberi maafku setulus lahirmu dan kupinta maafmu sedalam batinku. Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1430H Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

  • Kutanamkan benih dihatimu, kusiram dan kurawat agar tumbuh sampai berbunga, kupetik dan kurendam menjadi air bunga yang meniru wangi surga, lalu kubasuh hatimu dari khilafku dan menggantinya dengan aroma wangi ketulusan untuk memaafkanku”. 

  • Beningkan hati dg dzikir, Cerahkan jiwa dg cinta, Lalui hr dg senyum Tetapkan langkah dg syukur, Sucikan hati dg permohonan maaf  selamat harlebaran 1434  H taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin 

  • Tiada gembira yang menggelora, tiada senang yang mengangkasa, selain kita telah kembali pada fitrah dan ampunanNya. Taqaballahu mina wa minkum, selamat Idul Fitri 1434 H, minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin 

  • Takbir, tahmid, tahlil tlah berkumandang. Memecah keheningan malam, mengantar rasa syukur padaNya. Esok pagi menyambut hari yang fitri, selamat hari lebaran 1434 H taqaballahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin 

  • Waktu mengalir bagaikan air , Ramadhan suci akan berakhir , Tuk salah yg pernah Ada Tuk khilaf yg sempat terucap, Pintu maaf selalu kuharap, Met Idul Fitri

  • Walau Hati tak sebening XL dan secerah MENTARI. Banyak khilaf yang buat FREN kecewa kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa dan kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya yang selalu membuat kita HOKI dan AXIS dalam mencari kartu AS selama kita hidup karena kita harus FLEXIbel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini… dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA…Mohon Maaf Lahir Bathin .

  • Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim ,pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir Dan Batin , Selamat Idul Fitri 2013 ( 1434  H ).

  • Sebelum Ramadhan pergi , Sebelum Idul Fitri datang , Sebelum operator sibuk, 

  • Sebelum sms pending mulu , Sebelum pulsa habis ,Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN . MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

  • Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini , Kemenangan akan kita gapaiDalam kerendahan hati ada ketinggian budi , Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwaDalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu, Hidup ini indah jika segala karena Allah SWT, Kami sekeluarga menghaturkan : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434  H ,Taqobalallahu minna wa minkum , Mohon maaf lahir dan bathin .

Selasa, 26 Juni 2012

Kokok Ayam di Bawah jam 12 malam

Aku secara pribadi sangat merinding bila mendengar kokok ayam diantara habis magrib sampai jam 12 malam , sebab menurt yang tua-tua atau sepuh itu menandakan ada yang berbuat mesum disekeliling kita .
Awalnya saya mengira ini hanya mitos belaka dari nenek moyang yang turun temurun.

Yang saya anggap Mitos ini aku dengar lagi keterangan yang sama dari kiai setempat kalau mendengar ayam berkokok sebelum pagi sekitar atau jam 2 malam itu bukan pertanda malaikat rohamat turun tapi malah ada tetangga yang mesum . Mesm itu simelnya adalah hubungan yang diluar nikah atau zinah .

Akhir-akhir ini saya merasa jadwal kokok ayam melenceng abis kok baru jam sembilan udah berkokok ..!
memang memang biasanya ayam hanya berkokok jam 3 pagi .  aku penasaran benar gak sih ya kata sepuh atau kiai yang dikutip dari keterangan karya ulama .
arti kokok ayam tengah malam
Singkat cerita saya menanyakan latar belakang kampung yang aku duduki , memang ada kejanggalan juga , yaitu tukaran suami istri katanya sih. wallohua'lam benar gak nya yang penting info dapat ya sudah . ya tukaran suami istiri itu juga hal yang mesum ya wajar aja ayam berkokok  untuk melaknat si pemesum tersebut. Jangan salah dunia akan melaknat setiap yang mesum . dari survai kecil-kecilan itu aku jadi percaya kata-kata kiai dan sepuh tentang kokok ayam di antara magrib sampai jam 00.00 . tapi itukan baru saya mana tau didaerah sobat hanya kebetulan saja ...segitu saja hanya sekedar curhat .
Semoga kita jadi hamba yang jauh dari fitnah dunia ter lebih zinah dan dosa besar lainnya . amin

Jumat, 22 Juni 2012

Hadits Tentang Keutamaan Bulan Sya’ban

le="font-family: inherit; font-weight: normal; text-align: justify;">
Hadits Tentang Bulan Sya’ban , Silih bergantinya hari dan bulan adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi setiap muslim. Betapa tidak, Allah telah melimpahkan berbagai rahmat dan kemurahan-Nya kepada umat Islam, berupa kebaikan dan amalan sholih yang disyari’atkan pada hari-hari atau bulan-bulan itu. Dalam sepekan misalnya, ada hari Jum’at yang padanya terdapat sejumlah keutamaan, ada Senin dan Kamis yang merupakan waktu puasa sunnah yang telah dimaklumi keutamaannya.

Demikian pula di berbagai bulan ada sejumlah keutamaan padanya, seperti bulan Ramadhan, bulan Dzul Hijjah dan lain-lainnya. Maka sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk mengenal dan mengetahui apa yang dituntunkan agamanya di saat menyongsong bulan-bulan tersebut agar kehidupannya -insyâ’ Allah- menjadi suatu yang sangat berarti dan penuh kebahagiaan di dunia yang fana ini dan sangat bermakna untuk akhiratnya kelak. Namun jangan lupa, bahwa di masa ini sangat banyak terjadi bentuk ritual ibadah yang sama sekali tidak memiliki dasar tuntunannya dalam syari’at kita, karena itu haruslah dibedakan antara hal yang dituntunkan dengan hal yang tidak ada tuntunannya bahkan merupakan perkara baru dalam agama alias bid’ah. Seluruh hal ini harus diperhatikan agar “maksud memetik nikmat” tidak berubah menjadi “menuai petaka”.
Berkenaan dengan datangnya bulan Sya’ban 1433 H, maka berikut ini kami ketengahkan kepada para pembaca yang budiman, beberapa hadits yang berkaitan dengan bulan Sya’ban. Diuraikannya hadits-hadits shohih yang berkaitan dengan bulan Sya’ban ini adalah dalam rangka mengingatkan bahwa hadits-hadits tersebut sepatutnya diamalkan, adapun dijelaskannya hadits-hadits yang lemah adalah dalam rangka menyampaikan nasehat untuk kaum muslimin agar menghindarinya. Semoga Allah mencurahkan taufiq dan ‘inâyah-Nya kepada kita semua.


كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلُ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُوْلُ لاَ يَصُوْمُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامً مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ
“Adalah Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka, dan beliau berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan/pernah berpuasa, maka saya tidak pernah melihat Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan selain bulan Ramadhan dan tidaklah saya melihat paling banyaknya beliau berpuasa di bulan Sya’ban.”
Takhrijul Hadits
Dikeluarkan oleh Al-Bukhâry no. 1969, Muslim no. 1156, Abu Dâud no. 2434, An-Nasâ’i 4/151 dan Ibnu Majah no. 1710 dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ.

Hadits di atas, menunjukkan bahwa Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, sebab hal tersebut merupakan puasa wajib terhadap kaum muslimin. Adapun puasa sunnah maka kebanyakan puasa beliau adalah pada bulan Sya’ban.

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ شَهْرَيْنِ مَتَتَابِعَيْنِ إِلاَّ شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
“Saya tidak pernah melihat Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali pada Sya’ban dan Ramadhan.”
Takhrijul Hadits
Hadits di atas, dikeluarkan oleh Abu Dâud no. 2336, At-Tirmidzy no. 735, An-Nasâ’i 4/151, 200, Ad-Dârimy 2/29 dan lain-lainnya dari Ummu Salamah radhiyallâhu ‘anhâ. Dan sanadnya shohih.

Hadits di atas, lebih mempertegas bahwa Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam paling banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Bukan artinya beliau puasa Sya’ban sebulan penuh sebagaimana yang kadang dipahami dari konteks hadits di atas, karena orang yang berpuasa di kebanyakan hari pada suatu bulan, oleh orang Arab, dikatakan dia telah berpuasa sebulan penuh. Maka tidak ada pertentangan antara hadits ini dengan hadits-hadits sebelumnya. Demikian keterangan Imam Ibnul Mubarak rahimahullâh dalam mengkompromikan antara dua hadits di atas.
Adapun Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullâh, beliau berpendapat bahwa dua hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam pada sebagian tahun beliau 

berpuasa Sya’ban sebulan penuh dan pada sebagian lainnya beliau hanya berpuasa pada kebanyakan saja
Fari Usamah bin Zaid radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata kepada Rasulullah shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam suatu bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?” Maka beliau menjawab,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَب وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعُ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ
“Itu adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang manusia lalai darinya. Dan ia adalah bulan yang padanya segala amalan akan diangkat kepada Rabbul ‘Alamin. Maka saya senang amalanku diangkat sementara saya sedang berpuasa.”

Takhrijul Hadits

Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad 5/201, Ibnu Abu Syaibah 2/347, An-Nasâ’i 4/201, Ath-Thahawy dalam Syarah Ma’âny Al-Atsâr 2/82, Al-Baihaqy dalam Syu’bul Imân 3/377 dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 9/18. Dan sanadnya dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Irwâ’ul Ghalîl 4/103 dan Tamâmul Minnah hal. 412.


Berkata Ibnu Rajab rahimahullâh, “Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam telah menyebutkan bahwa tatkala (bulan Sya’ban) dihimpit oleh dua bulan yang agung; bulan Harom (Rajab) dan bulan Puasa (Ramadhan), maka manusia pun sibuk dengan keduanya sehingga (Sya’ban) terlalaikan. Dan banyak manusia yang menyangka bahwa puasa Rajab lebuh afdhaldari puasa (Sya’ban) karena ia adalah bulan haram, dan hakikatnya tidak demikian.”
Dan dari hadits di atas, para ulama juga memetik dua hikmah kenapa Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban,yaitu karena banyak manusia yang lalai darinya dan beliau senang amalan beliau terangkat sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.
Dan sebagian ulama menyebutkan bahwa hikmah dari puasa Sya’ban adalah sebagai latihan guna menghadapi puasa Ramadhan. Tatkala seseorang telah merasakan manis dan lezatnya berpuasa di bulan Sya’ban, maka ia akan masuk pada bulan Ramadhan dalam keadaan penuh semangat dan kesiapan serta telah terbiasa untuk berpuasa.

يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ لَيلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ مُشْرِكٌ أَوْ مَشَاحِنٌ
“Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam nishfu (pertengahan) Sya’ban lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bertikai.”

Masih banyak hadis yang berkaitan dengan  keutamaan sya'ban namun kedudukannya ada yang sohih atau valid aja juga yang dhoif . Dalam fadilah amal hadis dhoif bisa juga dipakai untuk diamalakan... sebab hadisnya tetap dari Nabi adapun dhoif dan sohehnya adalah si perawi ataupun periwayat.

Kamis, 21 Juni 2012

Iman Obat Jiwa dan Fisik


Menurut bahasa Iman berarti “pembenaran hati”. Sedangkan menurut istilah,

Iman adalah :

تصديق بالقلب , وإقرارباللسان , وعمل بالأركان


“Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan”

(Sumber : At-Taudhiih wal Bayaan li Syaratil Iimaan, karya Imam Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, At-Tauhid Lish Shaffits Tsani Al-’Ali, karya Al-Allamah Shalih Fauzan Al-Fauzan)

Imam Ibnu Rajab mengatakan : ”Imam Syafi’i menyebutkan bahwa Ijma’ para sahabat, tabi’in dan orang setelah mereka yang mereka temui.”
Sebelum revolusi sains dan teknologi dan munculnya berbagai peralatan canggih, manusia belum dapat memahami secara pasti mekanisme dan fungsi akal yang membedakan manusia dengan hewan dan pembatasan tempatnya pada otak. Perlahan-lahan tempat-temapt yang terkait dengan indera, bicara dan gerak ditemukan. Penemuan mutakhir yang amat mengagumkan ialah diketahuninya sentra di otak yang aktif disebabkan keimanan dan ibadah yang berfungsi untuk menyeimbangkan peran kejiwaan dan fisik. Hal tersebut menetapakan prinsip penciptaan bahwa iman adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa manusia. Jiwa yang khusyuk akan mempengaruhi kesehatan jiwa dan fisik.

Peneltian-penelitian ilmiah akhir-akhir ini telah mengagetkan kita bahwa iman kepada Allah dan beribadah kepada-Nya merupakan dorongan fitrah yang memiliki mekanisme dan berpusat di otak manusia. Bila seseorang tidak piawai dalam mengoperasikannya maka ia telah dengan sengaja untuk tidak berbeda dengan hewan yang mengakibatkan kehilangan keseimbangan jiwa dan fisik. Yang amat mengagumkan lagi ialah bahwa pengoperasian mekanisme tersebut sesuai dengan arahan-arahan agama yang mencerminkan gambaran yang amat sempurna, konprehensif dan bersih, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an Al-Karim sebagai manhajul hayah (konsep hidup). Bukan hanya itu, akhir-kahir ini, dalam Al-Qur’an juga ditemukan berbagai fakta ilmiyah lainnya yang sangat menambah kekuatan ikan kita.

Para ahli jiwa amat concern meneliti kaitan antara fisik dan psikis manusia dan pengaruh masing-masing di antara kediuanya. Akhirnya diketahuilah bahwa penyakit fisik memungkinkan terjadinya tekanan jiwa atau kemungkina berakar dari masalah kejiwaan (psikis). Lalu lahir sebuah cabang ilmu jiwa dengan nama Psychosomatic.

Dr. Badar Al-Anshori menjelaskan sebagian peneliti memastikan bahwa pessimism (pesimis) menambah kemungkinan besarnya manusia ditimpa penyakit fisik seperti kangker sebagaimana pesimis juga erat kaitannya dengan berbagai goncangan jiwa seperti stress, putus asa dan depresi.

Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap penderita penyakit kangker menjelaskan adanya hubungan positif antara pesimis dan kecepatan penyebaran penyakit kangker tersebut. Perasaan putus asa juga menyebabkan cepatnya penyebaran penyakit kangker. Sebaliknya, iman dan ridha terhadap keputusan Allah menyebakan terjadinya self teratment (pengobatan mandiri) dalam sebagian kasus kesembuhan kangker.
Sebagai berita gembiranya ialah ditemukannya sebuah pusat di otank yang aktif melakukan renungan (meditation) yang disertai ibadah dan mengembalikan fungsi fisik dasar kepada kondisi istirahat (state rest) yang mendukung fitrah keimanan dan pengaruh fisiknya.

Kesimpulan penelitian ilmiah yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 dari hasil penggunaan teknologi baru scanning terhadap otak yang dilakukan oleh sebuah team ilmiah yang dipimpin DR. Andrew Newberg, professor Radiology pada fakultas kedokteran Universitas Philadelphia, USA ialah : Kepercayaan kepada Allah adalah desain dasar (design in built) yang sudah ada dalam otak. Sebab itu, tidak mungkin seseorang dapat terlepas darinya kecuali dengan pura-pura buta terhadap fitrah yang lurus yang menjadikan manusia terdorong untuk beragama sepanjang sejarah.

Pengingkaram terhadap kecenderungan keimanan tersebut berarti mengabaikan kekuatan/kemampuan yang dahsyat yang berkembang sehingga memungkinkan seseorang mengenal kekuasaan Allah dengan berfikir dan meneliti ciptaan-Nya. Menurut Prof. Andrew Newberg, bahwa manusia dapat dikatakan diarahkan oleh satu kekuatan terhadap agama (religion for wired-hard). Sebabliknya, penelitian ilmiah sama sekali tidak mungkin menceritakan kepada kita secara langsung akan Dzat Allah… Akan tetapi ia dapat menceritakan kepada kita bagaimana Dia (Allah) mencipatakan manusia agar mereka mengenal-Nya dan beribadah kepada-Nya.
Penelitian Ilmiah juga dapat menceritakan kepada kita bahwa beribadah kepada Allah adalah tugas, sedangkan beriman kepada-Nya adalah tuntutan alamiiah sama halnya dengan makan dan minum. Otak manusia bukan hanya sebuah alat sebagai chip yang bertugas untuk beriman kepada Allah. Akan tetapi ia juga disiapkan untuk melaksanakan tugas ibadah untuk menjaga keselamatan jiwa dan fisik (physicist and physic) dengan arahan-arahan praktek aktif melalui sistematika saraf dan hormone yang saling terikat.


Dengan demikian, keyakinan kita akan keberadaan dan kekuasaaan Allah semakin bertambah. Jika tidak, untuk apa gunanya kekuatan/kemampuan dahsyat yang diberikan kepada manusia yang membedakan antara mereka dengan semua makhluk hidup di muka bumi? Sebab itu, iman kepada Allah dalam penelitian-penelitian ilmiah moderen bukanlah seperti filsafat dan khayalan masyarakat sebagaimana yang didengung-dengunkan oleh kalangan atheist (kaum darwinis evolutionist dan komunis) yang tidakaada sandaran ilmiahnya pada awal abad 20. Dugaan mereka telah nyata kegagalannya di mana mereka menduga bahwa manusialah yang menciptakan agama merke sendiri, khususnya setelah ditemukannya fakta ilmiah di atas bwa manusia telah Allah ciptakan beragama secara alami dan memberi mereka kekuatan/ kemampuan untuk mengenal dan beribadah kepada-Nya.


Sebagaimana seseorang akan bersih jiak ia rutin berudhuk (bersuci dari hadas kecil), kendatipun ia bukan muslim. Demikian pula ia akan meraih kebaikan jika ia praktekkan prilaku-prilaku ibadah seperti berfikir, khusyuk dan merenung, karena ia mengoperasikan pusat-puast yang mirip dengan pusat-pusat keimanan dalam otak yang bekerja untuk rileksasi dan terlepas dari perasaan-perasaan negative seperti ketakutan, kegelisahan, dan stress. Saat itulah seseorang berpindah dari kondisi keterasingan dan kesendirian kepada kondisi rileks dan tenang, kendatipun ia tidak mendapatkan jatah akhirat (karena tidak beriman kepada Allah).
Demiakianlah bahwa tenggelam dalam ibadah membuka cakrawala perasaan ketinggian dan memberikan bantuan untuk terlepas dari berbagai kepediahan dan tekanan jiwa serta kesembuhan dari berbagai kegoncangan seperti kegelisahan, stress, depresi dengan berbagai efek fisik lainnya.

Pelaksanaan ibada secara teratur akan memperbaharui kemampuan untuk pindah ke alam yang jiwa tenang di dalamnya dan terhindar dari tekanan-tekanan. Dalam kondisi seperti itu, seseorang akan tidak lagi concern terhadap alam luar (lahiriah yang menekan di sekitarnya) kendati bertambah. Barang kali dalam tingkat tertentu, kekuatannya akan bertambah untuk menanggung beban kepedihan anggota fisik, seperti yang dikatakan DR. Lawrence Mickeny, direktur Lemabaga Amerika Untuk Pengobatan Kegoncangan Otak, bahwa melaksanakan perenungan yang mendalam sampai khusyuk dapat menolong mengalahkan rasa kepedihan jiwa dan perasaan down, dan mampu mengembalikan keseimbangan dalam mendistribusikan aktivitas pada pusat-pusat otak serta dapat mengosongkan wadah perasaan celaka (bahaya) da kehilangan harapan kendati bagi mereka yang tidak beriman kepada Tuhan sekalipun.

Apa yang menjadi concern kita sebagai Muslim ialah bahwa Syariat Islam yang suci ini telah mendahului penemuan-penemuan tersebut lebih dari 14 abad dalam hal memotivasi berzikir kepada Allah, menegakkan shalat. Islam juga telah menyanjung peran iman dan khuysuk dalam merileksasi jiwa. Allah berfirman : Orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan hati mereka tenang dengan dzikrullah (mengingat Allah). Ingatlah! Denan mengingat Allah itu hati akan tenang. Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, keberuntunganlah bagi mereka dan bagi mereka sebaik-sebaik tempat kembali (Syurga)”. (Q.S. Arra’du / 13 : 28 – 29)

Akhirnya, kita berucap : Maha Suci Engkau Yaa Allah yang telah memilih kami menjadi Muslim/ Muslimah, Mukmin/Mukminah.
Yaa Allah! Kuatkanlah iman kami. Tambahlah ilmu dan ketaatan kami. Matikanlah kami dalam Husnul Khatimah.. Amin….

Sumber :
1.:http://cindrarusni.blogspot.com/2009/08/pengertian-iman.html
2 :http://abaizzat.wordpress.com/2008/10/04/iman-adalah-obat-jiwa-dan-fisik

Rabu, 20 Juni 2012

Kisah Pedagang Yang Jujur

Pada suatu hari, seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid,menyuruhsaudaranya menjaga kedainya kerana ia akan keluar solat. Ketika itu  datanglah seorang badwi yang hendak
membeli perhiasan di kedai itu. Maka terjadilah jual beli di antara badwi itu dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya tadi. Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli  harganya empat
ratus dirham. Saudara kepada Yunus menunjukkan suatu barang yang sebetulnya harga dua ratus dirham. Barang tersebut dibeli oleh badwi tadi tanpa diminta mengurangkan harganya tadi. Ditengah jalan, dia terserempak dengan Yunus bin Ubaid. Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si badwi yang membawa  barang perhiasan yang dibeli darikedainya tadi. Sememangnya dia mengenali barang tersebut adalah dari
kedainya. Saudagar Yunus bertanya  kepada badwi itu,
 “Berapakah
harga barang ini kamu beli?”
Badwi itu menjawab, “Empat ratus dirham.”
“Tetapi harga sebenarnya cuma dua ratus dirham sahaja. Mari ke kedai
saya supaya saya dapat kembalikan wang selebihnya kepada saudara.”
Kata saudagar Yunus lagi.
“Biarlah, ia tidak perlu. Aku telah merasa senang dan beruntung dengan
harga yang empat ratus dirham itu, sebab di kampungku harga barang
ini paling murah lima ratus dirham.”
 Tetapi saudagar Yunus itu tidak mahu melepaskan badwi itu pergi. Didesaknya juga agar badwi tersebut balik ke kedainya dan bila tiba dikembalikan wang baki kepada badwi  itu. Setelah badwi itu beredar,
berkatalah saudagar Yunus kepada  saudaranya,
 “Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barangtadi dengan dua kali ganda?” Marah saudagar Yunus lagi.

“Tetapi dia sendiri yang mau membelinya dengan harga empat ratus
dirham.” Saudaranya coba mempertahankan bahawa dia dipihak yang
benar.

Kata saudagar Yunus lagi, “Ya, tetapi di atas belakang kita terpikul satu
amanah untuk memperlakukan saudara  kita seperti memperlakukan
terhadap diri kita sendiri.”

Semoga  kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi kita yang
beriman, amatlah tepat. Kerana ini menunjukkan peribadi seorang pedagand yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yanghalal . Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram kerana tidak ada penipuan dalam perekonomian .

Selasa, 19 Juni 2012

Fatimah az-Zahra Binti Rosulullah


 Hari kelahiran Fathimah Adalah (20 Jumadil Tsani) adalah , buah cinta dua sosok insan yang mulia, Rasulullah Saw dan istrinya, Khadijah as. Atas kehendak Allah, saat melahirkan putrinya ini, Khadijah dibantu oleh beberapa wanita yang didatangkan Allah dari surga. Bayi yang mulia itupun dimandikan dengan air telaga Kautsar lalu dibalut di sehelai kain yang menebar aroma lebih wangi dari kesturi. Atas perintah Allah, Nabi Saw memberinya nama Fathimah. Bagi beliau, kelahiran Fathimah meniupkan angin sejuk surgawi sementara bagi sang ibu putri ini adalah hadiah pemberian Allah yang telah mengusir segala kegundahan dan kesedihan dari hatinya.
Tidak ada Seorang Muslimah yang tidak mengenal dan mencintai Fatimah Az Zahra putri Rasulullah, harus dipertanyakan keimanannya. Bagaimana tidak Az Zahra adalah putri yang sangat dicintai dan mencintai Rasulullah. Oleh karenanya sering keluar dari lisan Rasulullah kata kata yang mengandung arti bahwa apa yang membuat Fatimah marah otomatis membuat beliau marah. Bahkan pada akhir hayatnya Rasulullah sempat membisiki Az Zahra bahwa ia pemimpin wanita ahli surga. Tapi siapa sangka apabila kehidupan sang putri diwarnai oleh kesengsaraan. Kesabaran dan keridhoannya dalam menerima apa yang diberikan Allah lah yang membuat ia pantas menyandang gelar wanita terbaik.

Maka tak ada salahnya, apabila pada kesempatan ini kita mengenang kembali Az Zahra, dengan harapan bisa menjadi motivasi bagi kita untuk memperbaiki diri.

Fatimah rodiyaalllahu anha di besarkan di Rumah Wahyu

 
Fatimah as hidup dan tumbuh besar di haribaan wahyu Allah dan kenabian Muhammad saw. Beliau dibesarkan di dalam rumah yang penuh dengan kalimat-kalimat kudus Allah SWT dan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Acapkali Rasulullah saw melihat Fatimah masuk ke dalam rumahnya, beliau langsung menyambut dan berdiri, kemudian mencium kepala dan tangannya.

Pada suatu hari, ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw tentang sebab kecintaan beliau yang sedemikian besar kepada Fatimah Ra.

Beliau menegaskan, “Wahai ‘Aisyah, jika engkau tahu apa yang aku ketahui tentang Fatimah, niscaya engkau akan mencintainya sebagaimana aku mencintainya. Fatimah adalah darah dagingku. Ia tumpah darahku. Barang siapa yang membencinya, maka ia telah membenciku, dan barang siapa membahagiakannya, maka ia telah membahagiakanku.”

Kaum muslimin telah mendengar sabda Rasulullah yang menyatakan, bahwa sesungguhnya Fatimah diberi nama Fatimah karena dengan nama itu Allah SWT telah melindungi setiap pecintanya dari azab neraka.

Fatimah Az-Zahra’ as menyerupai ayahnya Muhammad saw dari sisi rupa dan akhlaknya.

Ummu Salamah ra, istri Rasulullah, menyatakan bahwa Fatimah adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah. Demikian juga ‘Aisyah. Ia pernah menyatakan bahwa Fatimah adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah dalam ucapan dan pikirannya.

Fatimah as mencintai ayahandanya melebihi cintanya kepada siapa pun.

Setelah ibunda kinasihnya, Khadijah as wafat, beliaulah yang merawat ayahnya ketika masih berusia enam tahun. Beliau senantiasa berusaha untuk menggantikan peranan ibundanya bagi ayahnya itu.

Pada usianya yang masih belia itu, Fatimah menyertai ayahnya dalam berbagai cobaan dan ujian yang dilancarkan oleh orang-orang musyrikin Makkah terhadapnya. Dialah yang membalut luka-luka sang ayah, dan yang membersihkan kotoran-kotoran yang dilemparkan oleh orang-orang Quraisy ke arah ayahanda tercinta.

Fatimah senantiasa mengajak bicara sang ayah dengan kata-kata dan obrolan yang dapat menggembirakan dan menyenangkan hatinya. Untuk itu, Rasulullah saw memanggilnya dengan julukan Ummu Abiha, yaitu ibu bagi ayahnya, karena kasih sayangnya yang sedemikian tercurah kepada ayahandanya.
 

Fatimatuz Zahra Teladan Muslimah


Ahmad bin Khalil Jum'ah, dalam bukunya berjudul ‘Nisaau Ahlil Bait ‘ menulis demikian:

"Setiap kali keutamaan ditempatkan dalam satu keranjang yang diiringi dengan semerbak aroma yang wangi murni maka nama yang layak diberikan kepadanya adalah Fathimah Zahra. Bagaimana mungkin orang bisa menuliskan semua keutamaan dan kemuliaan Penghulu Wanita Surga dalam satu buku? Ketika ingin membaca keutamaan Fathimah Zahra dan mengambil manfaat dari wewangi segar sirah dan kisah hidupnya, aku menemukan diriku berada di sebuah taman yang menebar kesegaran, indah dan penuh berkah, yang tak mungkin jiwa manusia merasa letih atau hati merasa jenuh karenanya. Di taman itu aku menyaksikan seluruh sifat-sifat mulia dan istana-istana indah yang dibangun oleh Fathimah dengan keutamaan dan keagungannya."
Suatu hari Rasulullah Saw memanggil Fathimah dan bersabda, "Putriku, Ali, anak pamanmu datang meminangmu. Bersediakah engkau menikah dengannya?" Fathimah berdiam tersipu dan nampak keringat membasahi dahinya. Dengan kepala menunduk dia berkata, "Apa pendapat ayah?" Nabi Saw menjawab, "Allah telah mengizinkannya." Fathimah dengan tetap menundukkan kepala menjawab, "Aku ridha dengan apa yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya." Persiapan sederhana untuk membangun rumah tanggapun disiapkan. Malam pernikahan, Fathimah dibawa menghadap Nabi Saw. Utusan Allah itu membuka tabir penutup kepala putrinya supaya Ali, sang mempelai pria dapat melihat wajah istrinya. Lalu Nabi meletakkan tangan Fathimah di tangan Ali dan bersabda, "Wahai Ali, Fathimah adalah istri yang baik untukmu." Kepada Fathimah, Nabi bersabda, "Putriku, Ali adalah sebaik-baik suami." Demikianlah kisah ringkas dari pernikahan Fathimah dan Ali. Mereka tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana namun penuh keceriaan dan kasih sayang.

Fathimah as adalah poros bagi kehidupan rumah tangga dan keluarga yang baik dan ideal. Siapa saja yang menengok ke rumah ini dapat menjadikannya sebagai teladan untuk membangun sebuah kehidupan yang terhormat dan indah. Hal yang paling menonjol dalam kehidupan Fathimah adalah kemampuannya menghubungkan kehidupan individu, sosial dan keluarga. Beliau pun tampil sebagai sosok pekerja keras, rela berkorban dan pejuang sejati.

Salah satu keistimewaan rumah tangga beliau adalah ketiadaan kebodohan di dalamnya. Rumah yang seperti ini tentu mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Dengan kata lain, seluruh anggota keluarga Fathimah adalah sosok-sosok manusia yang mendapat anugerah kesempurnaan akal. Kesan pertama dan utamanya adalah penghambaan kepada Allah menjadi landasan paling mendasar dalam hubungan di antara mereka. Ibu rumah tangga di keluarga ini adalah sosok wanita yang tenggelam dalam cinta Ilahi kala beribadah dan bermunajat dengan Allah. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa putra dari wanita suci ini berkata, "Setiap kali ibuku selesai beribadah beliau nampak dikelilingi oleh cahaya yang terang benderang."
Dalam doanya, Fathimah as)berkata, "Ya Allah, berilah kesempatan kepadaku untuk mengerjakan apa saja yang karenanya Engkau menciptakanku dan jangan Engkau sibukkan aku dengan hal-hal selain itu." (Bihar al-Anwar: 92/ 402)

Dalam kehidupan rumah tangganya dengan Ali bin Abi Thalib Ra, tak ada tanda-tanda yang mengarah kepada persaingan dan egoisme di antara mereka. Keduanya sama-sama memikul tanggung jawab yang besar. Sebagai ayah yang bijak, Rasulullah Saw mengusulkan pembagian tugas di antara putri dan menantunya, dan diputuskan pekerjaan rumah menjadi tanggung jawab Fathimah dan tugas di luar dipikulkan ke pundak Ali. Fathimah mengungkapkan perasaannya tentang pembagian tugas ini dan mengatakan, "Selain Allah, tak ada yang mengetahui kegembiraanku dengan pembagian tugas ini. Sebab, Rasulullah telah mencegahku melakukan apa yang menjadi pekerjaan orang laki-laki." (Bihar al-Anwar: 43/ 81)

Fathimah tahu benar bahwa perempuan tidak wajib melakukan pekerjaan rumah dan suamipun tidak berhak menyamakan istrinya dengan pembantu. Akan tetapi kehangatan hubungan, pengorbanan, keakraban dan pemahaman yang benar tentang kehidupan akan meringankan beban menanggung kesulitan hidup. Di rumah yang sederhana, Fathimah as telah mendidik anak-anaknya yang oleh sejarah diakui sebagai manusia-manusia terbaik. Beliau bersama dengan suaminya menempatkan diri sebagai teladan bagi anak-anak mereka. Kepada putra sulungnya, Hasan, Fathimah pernah berkata, "Hasan anakku, jadilah engkau seperti ayahmu, belalah kebenaran, sembahlah Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Pemberi kebaikan, dan janganlah engkau bergaul dengan orang-orang pendendam." Fathimah adalah sosok wanita dengan kefakiran yang menjadi tetangga terdekatnya. Meski secara materi hidup dalam kesusahan, namun hal itu tak pernah mampu menundukkan kebesaran jiwanya sebagai orang yang dermawan. Ibnu Syahr Asyub berkata;

Suatu hari Ali bertanya kepada Fathimah, adakah sesuatu yang bisa dimakan di rumah? Fathimah menjawab, "Demi Allah, sudah dua hari ini aku dan anak-anakku menahan lapar." Alipun terkejut dan berkata, "Mengapa engkau tidak memberitahuku supaya aku bisa menyediakan sesuatu untuk kalian?" Fathimah menjawab, "Aku malu kepada Allah untuk meminta sesuatu darimu yang tidak bisa kau penuhi." Ali segera meninggalkan rumah dan meminjam uang satu dinar dari seseorang untuk membeli keperluan rumah. Di tengah jalan, beliau berpapasan dengan seorang sahabat yang terlihat pucat dan kebingungan. Beliau bertanya, "Apa yang membuatmu gelisah seperti ini?" Dia menjawab, "Aku tak mampu mendengar suara tangis anak-anakku yang kelaparan." Mendengar itu, Ali menyerahkan uang satu dinar tadi kepada orang tersebut.

Kemuliaan dan keagungan Fathimah diakui oleh semua orang. Wanita muslimah sepanjang sejarah mesti menjadikan putri Nabi ini sebagai teladan dalam kehidupan individu, sosial dan keluarganya. Beliau adalah sosok wanita yang bijaksana dalam bersikap, sopan dalam bertutur kata, santun dalam beretika, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau selalu peduli dengan kondisi orang-orang di sekitarnya. Setiap kali bertemu dengan para wanita muslimah, beliau memberikan bimbingan dan ajaran kepada mereka seperti yang diterimanya dari ayah beliau. Fathimah juga dikenal sebagai pejuang sejati dalam membela kebenaran.

Kedudukan Fatimah Az-Zahra’ as

Meskipun kehidupan beliau sangat singkat, tetapi beliau telah membawa kebaikan dan berkah bagi alam semesta. Beliau adalah panutan dan cermin bagi segenap kaum wanita. Beliau adalah pemudi teladan, istri tauladan dan figur yang paripurna bagi seorang wanita. Dengan keutamaan dan kesempurnaan yang dimiliki ini, beliau dikenal sebagai “Sayyidatu Nisa’il Alamin”; yakni Penghulu Wanita Alam Semesta.

Bila Maryam binti ‘Imran, Asiyah istri Firaun, dan Khadijah binti Khuwalid, mereka semua adalah penghulu kaum wanita pada zamannya, tetapi Sayidah Fatimah as adalah penghulu kaum wanita di sepanjang zaman, mulai dari wanita pertama hingga wanita akhir zaman.

Beliau adalah panutan dan suri teladan dalam segala hal. Di kala masih gadis, ia senantiasa menyertai sang ayah dan ikut serta merasakan kepedihannya. Pada saat menjadi istri Ali as, beliau selalu merawat dan melayani suaminya, serta menyelesaikan segala urusan rumah tangganya, hingga suaminya merasa tentram bahagia di dalamnya.

Demikian pula ketika beliau menjadi seorang ibu. Beliau mendidik anak-anaknya sedemikian rupa atas dasar cinta, kebaikan, keutamaan, dan akhlak yang luhur dan mulia. Hasan, Husain, dan Zainab as adalah anak-anak teladan yang tinggi akhlak dan kemanusiaan mereka.
Rasulullah Wafat
 
Sekembalinya dari Haji Wada‘, Rasulullah saw jatuh sakit, bahkan beliau sempat pingsan akibat panas dan demam keras yang menimpanya. Fatimah as bergegas menghampiri beliau dan berusaha untuk memulihkan kondisinya. Dengan air mata yang luruh berderai, Fatimah berharap agar sang maut memilih dirinya dan merenggut nyawanya sebagai tebusan jiwa ayahandanya.

Tidak lama kemudian Rasul saw membuka kedua matanya dan mulai memandang putri semata wayang itu dengan penuh perhatian. Lantas beliau meminta kepadanya untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Fatimah pun segera membacakan Al-Qur’an dengan suara yang khusyuk.

Sementara sang ayah hayut dalam kekhusukan mendengarkan kalimat-kalimat suci Al-Qur’an, Fatimah pun memenuhi suasana rumah Nabi. Beliau ingin menghabiskan detik-detik akhir hayatnya dalam keadaan mendengarkan suara putrinya yang telah menjaganya dari usia yang masih kecil dan berada di samping ayahnya di saat dewasa.


Kepergian Rasul saw merupakan musibah yang sangat besar bagi putrinya, sampai hatinya tidak kuasa memikul besarnya beban musibah tersebut. Siang dan malam, beliau selalu menangis.

Belum lagi usai musibah itu, Fatimah as mendapat pukulan yang lebih berat lagi dari para sahabat yang berebut kekuasaan dan kedudukan.

Setelah mereka merampas tanah Fadak dan berpura-pura bodoh terhadap hak suaminya dalam perkara khilafah (kepemimpinan), Fatimah Az-Zahra’ as berupaya untuk mempertahankan haknya dan merebutnya dengan keberanian yang luar biasa.

Imam Ali as melihat bahwa perlawanan terhadap khalifah yang dilakukan Sayidah Fatimah ra secara terus menerus bisa menyebabkan negara terancam bahaya besar, hingga dengan begitu seluruh perjuangan Rasul saw akan sirna, dan manusia akan kembali ke dalam masa Jahiliyah.

Atas dasar itu, Ali as meminta istrinya yang mulia untuk menahan diri dan bersabar demi menjaga risalah Islam yang suci.

Akhirnya, Sayidah Fatimah ra pun berdiam diri dengan menyimpan kemarahan dan mengingatkan kaum muslimin akan sabda Nabi, “Kemarahannya adalah kemarahan Rasulullah, dan kemarahan Rasulullah adalah kemarahan Allah SWT.”

Sayidah Fatimah ra diam dan bersabar diri hingga beliau wafat. Bahkan beliau berwasiat agar dikuburkan di tengah malam secara rahasia.

Kepergian Putri Tercinta Rasul

 
Bagaikan cahaya lilin yang menyala kemudian perlahan-lahan meredup. Demikianlah ihwal Fatimah Az-Zahra’ as sepeninggal Rasul saw. Ia tidak kuasa lagi hidup lama setelah ditinggal wafat oleh sang ayah tercinta. Kesedihan senantiasa muncul setiap kali azan dikumandangkan, terlebih ketika sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammadan(r) Rasulullah.

Kerinduan Sayidah Fatimah untuk segera bertemu dengan sang ayah semakin menyesakkan dadanya. Bahkan kian lama, kesedihannya pun makin bertambah. Badannya terasa lemah, tidak lagi sanggup menahan renjana jiwanya kepada ayah tercinta.

Demikianlah keadaan Sayidah Fatimah Ra saat meninggalkan dunia. Beliau tinggalkan Hasan yang masih 7 tahun, Husain yang masih 6 tahun, Zainab yang masih 5 tahun, dan Ummi Kultsum yang baru saja memasuki usia 3 tahun.

Yang paling berat dalam perpisahan ini, ia harus meninggalkan suami termulia, Ali as, pelindung ayahnya dalam jihad dan teman hidupnya di segala medan.

Sayidah Fatimah ra memejamkan mata untuk selamanya setelah berwasiatkan kepada suaminya akan anak-anaknya yang masih kecil. Beliau pun mewasiatkan kepada sang suami agar menguburkannya secara rahasia. Hingga sekarang pun makam suci beliau masih misterius. Dengan demikian terukirlah tanda tanya besar dalam sejarah tentang dirinya.

Fatimah Az-Zahra senantiasa memberikan catatan kepada sejarah akan penuntutan beliau atas hak-haknya yang telah dirampas. Sehingga umat Islam pun kian bertanya-tanya terhadap rahasia dan kemisterian kuburan beliau.

Dengan penuh kesedihan, Imam Ali as duduk di samping kuburannya, diiringi kegelapan yang menyelimuti angkasa. Kemudian Imam as mengucapkan salam, “Salam sejahtera bagimu duhai Rasulullah … dariku dan dari putrimu yang kini berada di sampingmu dan yang paling cepat datang menjumpaimu.

“Duhai Rasulullah! Telah berkurang kesabaranku atas kepergian putrimu, dan telah berkurang pula kekuatanku … Putrimu akan mengabarkan kepadamu akan umatmu yang telah menghancurkan hidupnya. Pertanyaan yang meliputinya dan keadaan yang akan menjawab. Salam sejahtera untuk kalian berdua!”


Nama        : Fatimah Binti Rosulullah
Julukan      : Az-Zahra’, Al-Batul, At-Thahirah.
Ayah          : Mahammad.
Ibu            : Khadijah binti Khuwailid.
Kelahiran   : Jumat 20 Jumadil Tsani.
Tempat       : Makkah Al-Mukarramah.
Wafat         : MadinahAl-Munawarah, Tahun 11 H.
Makam       : Tidak diketahui. 


Wallohua'lam

Kisah Wanita Solehah

Alkisah Fatumatuz zahra binti rosulullah bertanya 
siapakah peminpin wanita di surga nanti ? Rasul menjawab
kamu wahai putriku , adalagi kah jawab fatimah putri nabi
Ada yaitu Fatimah binti qays .karena penasaran fatimah
binti Rasulullah menjumpainya dan ingin menanyakan
apa saja yang ibadah fatimah binti Qays . sesampai dipitu rumah 
fatimah binti Qays menyambutnya " Alhmamdulillah saya
senang di datangi seorang puti Rasulullah , namun saya belum
izin suami untuk memasukkan kamu kedalam rumah , Pulanglah dan besok kamu datang kembali kesini setelah saya izin suami  " 
Fatimah Azzahra kembali pulang dan keesokan harinya datang lagi sesuai
dengan saran Fatimah Binti Qays  tapi kali ini membawa seorang wanita untuk menenmani. 
 " Alhamdulillah
saya senang kedatangan tamu Putri Rosullullah , Silahkan masuk , Namun teman mu gak boleh masuk
sebab saya hanya izin kamu untuk teman kamu sendiri belum izin sama suami . suruh teman mu menunggu di luar " sambut fatimah binti Qays

Lalu mereka berbincang-bincang dan Fatimah Menanyakan " Apa yang kamu perbuat terhadap suami mu " .
" Setiap suamiku pulang mencari nafkah saya membawa handuk ditangan kanan dan cambuk ditangan kiri k , saya usap keringatnya dengan
handuk dan saya minta maaf bila ada hal yang tidak berkenan di hati suami ku saat meninggalkan rumah . jika kesalahannya tidak bisa dimaafkan maka aku rela dicambuk sebab saya lebih memilih disiksa di dunia daripada 
di akhirat kelak disiksa dicambuk dan dimasukkan keneraka  ." .
Seperti itulah Akhlak Fatimah Binti Qays terhadap suaminya pantaslah kita jadikan renungan
kalau tidak bisa menjalankannya sekaligus contohlah berlahan . disaat suami dirumah carilah aktivitas positip
dan bukan malahan kontak sama lelaki lain lewat chat sms atau web cam . sebab suami akan lebih damai bila
kamu hanya memperuntukkan diri mu hanya untuknya . Wallohua'lam 

Semoga kisah ini jadi teladan wanita muslimah

Do'a untuk Orang yang Sakit

Do'a Ketika Sakit
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ * رواه الترمذي

Terjemahan doa sakit 
:
Tiada Tuhan selain Alloh dan Alloh Maha Besar
Tiada Tuhan selain Alloh dengan keEsaNYA
Tiada Tuhan selain Alloh dengan keEsaNYA dan tidak ada yang bisa menyamaiNya
Tiada Tuhan selain Alloh bagi Alloh kerajaan ( kekuasaan ) dan segala puji bagi Alloh
Tiada Tuhan selain Alloh tiada upa daya dan tiada kekuatan kecuali milik Alloh.


Keutamaan doa sakit  :
Barang siapa yang membaca do’a ini di waktu sakit kemudian dia wafat dalam sakitnya, maka api neraka tidak akan memakanya ( tidak masuk neraka ).


Doa menjaga kesehatan

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي جَسَدِي وَعَافِنِي فِي بَصَرِي وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * رواه الترمذي كتاب الدعوات 3402
Terjemahan doa menjaga kesehatan  :
Ya Alloh semoga engkau memberikan kewarasan dalam jasadku dan penglihatanku dan semoga engkau menjadikan pada kewarasan sebagai pewarisku, tiada Tuhan selain Alloh yang Maha Aris lagi Maha Mulya, Maha Suci Alloh Tuhan ‘Arsy yang besar dan segala puji bagi AllohTuhan semesta alam.


Keutamaan diatas  : Nabi membaca do’a ini untuk menjaga kesehatan beliau .

Do’a  Menjenguk Orang Sakit


اللَّهُمَّ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا * رواه الترمذى

Allohumma adzhibil ba’sa robbannaasi wasyfi fa antassyaafi laa syifaa a illa syifaa uka syifaal laa yughoodiru saqoma.

Terjeman doa menjenguk sakit

Ya Alloh semoga engkau menghilangkan penyakit wahai Tuhan manusia, dan berilah kewarasan, sebab Engkau adalah Dzat yang memberi kewarasan, tiada obat kecuali obat Engkau yang menghilangkan penyakit.


Keutamaan doa menjenguk yang sakit  :Do’a ini adalah wujud pasrah pada Alloh yaitu dengan memuji Alloh untuk menyembuhkan penyakit, bahwa tiada obat kecuali hanya dengan kekuasaan Alloh.


أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ *رواه ابو داود كتاب الجنائز
As,alullohal’adziim robbal ‘arsyil ‘adziim ayyasyfiyaka. ( dibaca sebanyak 7 kali )

Terjemahan doa menjenguk yang sakit


Saya memohon pada Alloh yang Maha Besar Tuhan ‘Arsy yang besar untuk menyembuhkan kamu ( orang yang sakit ).
Keutamaan doa diatas  :

 Siapa saja  yang menjenguk orang sakit dan membaca do’a ini maka insa Alloh menyembuhkanya




Berdoa dan berusahalah agar penyakit yang diderita disembuhkan Allah . semoga kita sehat wal afiat


Senin, 18 Juni 2012

Cara Membuat Roti Goreng Isi Keju

Cara Membuat Roti Goreng Isi KejuSalam blogger caritanya saat berkunjung ke teman ibu teman saya tuh buatkan Roti Goreng Isi Keju
mau tau cara mengolahnya ?
langsung sja ya ! oke 

 Bahan-Bahan yang dibutuhkan untuk membuat roti goreng :

150 gram tepung terigu
75 gram kentang kukus, haluskan
1 sendok makan susu bubuk
2 sendok makan gula pasir
1/2 sendok teh ragi instan
1/4 sendok teh baking powder
1 butir telur
50 mili liter air es
1 sendok makan margarin
1/2 sdt garam
minyak untuk menggoreng

Bahan isi :
50 ml susu cair
25 g keju parut

Bahan pelapis:
1 putih telur
100 g tepung panko

1. Isi: Campur susu cair dan keju parut. Panaskan hingga keju larut, angkat, sisihkan.
2. Campur tepung terigu, susu bubuk, gula pasir, ragi instan, dan baking powder. Aduk rata.
3. Masukkan kentang, telur, dan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
4. Tambahkan margarin dan garam. Uleni hingga elastis. Diamkan selama 30 menit.
5. Kempiskan adonan. Timbang masing-masing 15 gram, bentuk bulat. Diamkan selama 10 menit.
6. Pipihkan, beri isi, bentuk bulat. Letakkan di loyang yang telah ditabur tipis tepung terigu. Diamkan selama 30 menit hingga mengembang.
7. Celup ke dalam putih telur. Gulingkan di tepung panko.
8. Goreng dalam minyak yang telah dipanaskan dengan api sedang hingga matang.
9. Angkat, tiriskan, sajikan lalu makan bila banyaka sodaqohkan ke tetangga mumpung bulan sya'ban perbanyak sodakoh ...!


Seperti inilah cara membuat Cara Membuat Roti Goreng Isi Keju

Membahas Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Secara Mendalam

Membahas  Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad  Secara Mendalam
Isra’ Mi’raj adalah suatu peristiwa besar yang sekarang oleh sains dan teknologi diakui, karena ternyata memang demikianlah yang bisa terjadi bahwa Rasulullah benar-benar bergerak dari Mekkah ke Palestina, dan kemudian diteruskan ke Sidratil Muntaha hanya dalam waktu tidak sampai satu malam. Sudut pandang ilmiahnya bahwa ini adalah peristiwa fenomenal dan kontroversial. Fenomenasejarah bahwa peristiwa ini belum pernah terjadi dan diyakini takkan pernah terjadi lagi.

Pertama, bahwa peristiwa ini sangat fenomenal dari segi sejarah, karena sebelumnya tak pernah terjadi pada manusia. Sebelum Nabi Muhammad memang pernah terjadi pada benda. Benda tersebut bisa berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang jauh dalam orde sepersekian detik saja. Itulah peristiwa berpindahnya singgasana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba ke Kerajaan Nabi Sulaiman. Waktu itu Nabi Sulaiman bertanya kepada para stafnya yang ketika itu memang sengaja dikumpulkan olehnya. Nabi Sulaiman mengatakan kepada para stafnya untuk melakukan suatu kejutan terhadap Ratu Balqis yang ketika itu sedang menuju ke kerajaan Nabi Sulaiman. Ternyata Nabi Sulaiman ingin memindahkan singgasana Ratu Balqis ke kerajaannya. Nabi Sulaiman bertanya kepada para stafnya siapa yang bisa melakukan hal tersebut. 

Yang mengajukan diri pertama kali adalah Jin Ifrit. Ditanya oleh Nabi Sulaiman berapa lama ia bisa memindahkannya. Dijawab oleh Jin Ifrit bahwa ia bisa melakukannya sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari tempat duduknya dijamin singgasana itu sudah sampai di hadapannya. Tentunya hal ini sangat cepat, tapi ternyata Nabi Sulaiman belum puas akan hal tersebut.

Kemudian Nabi Sulaiman bertanya lagi kepada para stafnya siapa yang bisa lebih cepat melakukan hal tersebut. Yang mengajukan diri kemudian ternyata adalah seorang manusia, yaitu manusia yang menguasai ilmu dari al-Kitab. Orang itu kemudian ditanya oleh Nabi Sulaiman berapa lama ia bisa melakukannya. Dijawab oleh orang itu bahwa ia bisa melakukannya sebelum Nabi Sulaiman berkedip lagi. Ternyata memang benar adanya, sebelum Nabi Sulaiman berkedip, singgasana Ratu Balqis sudah berada di hadapannya. Satu kedipan mata berarti waktunya kurang dari satu detik. Berkaitan dengan Isra’ Mi’raj, ternyata perjalanan Nabi Muhammad tersebut terjadi dalam waktu tidak sampai satu kedipan mata pun.

Kedua,fenomenal dari segi sains. Untuk menjelaskan Isra’ Mi’raj, ternyata kita harus menggali ilmu-ilmu mutakhir. Kalau ilmu-ilmu lama mungkin tak cukup untuk menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj. Sehingga di zaman itu orang memersepsikan bahwa Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai Buraq. Buraq itu kemudian ada yang menggambarkan bentuknya seperti kuda yang bersayap, ada juga yang menggambarkan bahwa kepala buraq itu menyerupai manusia, bahkan ada juga yang menggambarkan kepala buraq itu berupa wanita cantik. Pemikiran seperti ini tentunya khas abad pertengahan, karena perjalanan tercepat ketika itu adalah dengan mengendarai kuda. Tapi kuda pun tak bisa secepat itu. Karena itu digambarkanlah kuda itu bersayap.

Dengan pendekatan secara saintifik dapatlah dijelaskan bahwa sebenarnya perpindahan Rasulullah dari satu tempat ke tempat lain pada peristiwa Isra’ Mi’raj itu terjadi secara cahaya. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini tentunya kontroversial hampir 1500 tahun di kalangan agamawan maupun para saintis karena memang sulit menjelaskannya. Selalu ada yang tidak percaya, ragu-ragu, dan ada juga yang meyakininya sejak masa hidupnya Rasulullah hingga kini. Yang ragu-ragu sampai sekarang tentunya masih ada, bahkan di kalangan umat Islam sendiri. Ketika ditanya apakah perjalanan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Palestina itu dengan badannya atau bukan. Ada yang mengatakan bahwa itu hanya penglihatan saja. Ada juga yang mengatakan bahwa itu hanya ruh saja. Ada yang mengatakan itu hanya mimpi. Dan ada yang mengatakan bahwa peristiwa itu memang dialami Nabi Muhammad dengan badannya.

Yang meyakini bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj itu dialami Nabi Muhammad dengan badannya adalah mengacu kepada Abu Bakar Shiddiq. Ketika itu Abu Bakar ditanya apakah dia meyakini peristiwa tersebut. Lalu ditanyakan oleh Abu Bakar kepada yang bertanya itu siapa yang menceritakan hal tersebut. Dijawab oleh yang bertanya kepada Abu Bakar itu bahwa yang menceritakan hal tersebut adalah Nabi Muhammad. Dikatakan oleh Abu Bakar, bahwa kalau Nabi Muhammad yang menceritakannya, maka ia meyakininya, karena Nabi Muhammad tak pernah berbohong.

Cara Abu Bakar memersepsi mengenai Isra’ Mi’raj ini oleh sebagian kalangan dinyatakan bahwa beragama itu tak perlu berpikir. Padahal jika dicermati bahwa sebenarnya ketika itu Abu Bakar berpikir dahulu, karena ia menanyakan bahwa siapakah yang menceritakan hal tersebut. Kalau memang Nabi Muhammad yang menceritakannya, maka ia meyakini kebenaran yang diceritakan oleh Nabi Muhammad itu. Tapi kalau yang menceritakannya bukan Nabi Muhammad tentunya Abu Bakar takkan langsung meyakini kebenaran cerita tersebut. Jadi dalam beragama memang kita harus berpikir, janganlah ikut-ikutan saja. Perintahnya sangat jelas di dalam al-Quran: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. al-Isrâ’ [17]: 36)

Selama ini dalam menceritakan Isra’ Mi’raj kalau kita sudah buntu, maka kita katakanlah bahwa kalau Allah menghendaki, maka semuanya bisa saja terjadi. Kita takkan mendapatkan pelajaran apa-apa dengan cara berpikir seperti ini. Padahal peristiwa apapun yang diturunkan oleh Allah, maka di dalamnya selalu ada pelajaran untuk kita. Allah berfirman:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (Q.S. Ali ’Imrân [3]: 190)
Kita diperintahkan untuk menjadi ulil albab, yaitu orang yang menggunakan akalnya memahami segala peristiwa, sehingga ada pelajaran dari setiap peristiwa tersebut.

Skenario Isra Mi’raj dan Tafsir Fisik

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (١

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah diberkahi sekelilingnya oleh Allah agar Kami perhatikan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra:1).

Dalam ayat in, Allah sudah menjelaskan skenario perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad. Sehingga dengan berpatokan pada ayat ini, kita bisa memperoleh pemahaman yang sangat memadai tentang mukjizat Isra dan Mi’raj tersebut.

Perjalanan Isra’ Mi’raj itu terdiri dari dua etape: satu etape mendatar (horisontal), sedangkan satunya lagi adalah etape vertikal ke langit ketujuh. Etape mendatarnya diceritakan di dalam surah al-Isrâ’ ayat pertama:
Maha Suci Allah, yang telah memerjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(Q.S. al-Isrâ’ [17]: 1)

Dalam tinjauan Agus Mustofa (2006:11), setidak-tidaknya ada delapan kata kunci yang menjadi catatan penting dan menuntut pemahaman kita menembus batas-batas langit untuk menafsir perjalanan kontroversial ini. Baiklah, jika kita mencoba untuk menguraikan makna kata-kata tersebut, maka akan menjadi seperti ini:

Pertama , ayat ini dimulai dengan kata “subhânalladzî”. Kata “subhânallâh” diajarkan kepada kita untuk diucapkan pada saat kita menemui peristiwa yang menakjubkan, yang memesona, yang hebat, yang luar biasa. Artinya, dengan memulai cerita itu menggunakan kata “subhânalladzî” sebenarnya Allah menginformasikan bahwa cerita yang akan diceritakan tersebut bukanlah cerita yang biasa, melainkan cerita tersebut adalah cerita yang luar biasa dan menakjubkan.

Kedua,  aitu kata “asrâ”. Penggunaan kata “asrâ” memiliki beberapa makna. Yang pertama bahwa itu adalah perjalanan berpindah tempat. Jadi penggunaan kata ini mengcounter pemahaman ataupun kesimpulan yang menyatakan bahwa pada perjalanan tersebut Rasulullah tidak berpindah tempat. Yang kedua maknanya bahwa pada perjalanan itu Rasulullah diperjalankan, bukanlah berjalan sendiri, dan bukan juga atas kehendak sendiri, karena peristiwa ini terlalu dahsyat untuk bisa dilakukan sendiri oleh Rasulullah.

Ketiga, yaitu kata “’abdihi” yang artinya adalah hamba Allah. Hamba terhadap majikan adalah seorang yang tak berani membantah, taat, seluruh hidupnya diabdikan untuk majikannya, untuk Tuhannya. Yang bisa mengalami perjalanan hebat ini bukanlah manusia yang kualitasnya sembarangan, melainkan manusia yang kualitasnya sudah mencapai tingkatan hamba Allah, yaitu manusia seperti Nabi Muhammad. Karena itulah, kita mungkin tidak bisa menerima ketika Nabi Muhammad digambarkan mendapat perintah salat 50 waktu, kemudian beliau menawar perintah tersebut kepada Allah. Anjuran tawar-menawar itu datangnya dari Nabi Musa. Digambarkan bahwa tawar-menawar itu terjadi hingga sembilan kali Nabi Muhammad bolak-balik menemui Allah, yang akhirnya perintah salat fardu yang diterima Nabi Muhammad menjadi lima waktu saja sehari semalam.

Kita mungkin tak sampai hati membayangkan Nabi Muhammad yang begitu taat kepada Allah yang tak pernah membantah kalau mendapat wahyu dan perintah dari Allah yang dalam cerita versi ini digambarkan sampai sembilan kali tawar-menawar dengan Allah untuk mengurangi jumlah salat fardu yang diperintah-Nya. Digambarkan pada cerita versi ini bahwa Nabi Musa lebih superior dibandingkan Nabi Muhammad, sehingga Nabi Muhammad dipingpong oleh Nabi Musa bolak-balik menemui Allah memohon agar jumlah salat fardu yang diperintahkan Allah itu dikurangi. Tentunya patut pula kita ingat bahwa Nabi Musa adalah nabinya bani Israil (sebetulnya juga nabinya umat Islam/umat Nabi Muhammad), tetapi orang-orang bani Israil tidak mau menerima Nabi Muhammad. Bagi bani Israil, Nabi Musa lebih hebat dibandingkan Nabi Muhammad, sehingga dalam cerita versi ini Nabi Muhammad dipingpong saja. Jadi ini indikasinya adalah hadis Israiliyat.

Keempat , yaitu kata “laylan” yang artinya adalah perjalanan malam di waktu malam. Hal ini menunjukkan sebagai penegasan bahwa perjalanan malam itu tidak sepanjang malam, melainkan cuma sebagian kecil dari malam. Sehingga diriwayatkan di beberapa hadis, bahwa ketika Rasulullah berangkat dari rumah meninggalkan pembaringan, kemudian menuju ke Masjidil Haram, dan kemudian terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut. Ketika Rasulullah kembali lagi ke rumahnya, ternyata pembaringannya masih hangat. Hal ini menunjukkan bahwa ketika itu beliau tidak lama meninggalkan rumahnya. Di hadis yang lain juga diceritakan, bahwa ketika Rasulullah meninggalkan rumahnya, beliau menyenggol tempat minumnya kemudian tumpah, dan ternyata ketika Rasulullah kembali lagi ke rumahnya, air dari tempat minum yang disenggolnya itu masih menetes. Hal ini menunjukkan bahwa sebetulnya Isra’ Mi’raj yang dialami Rasulullah itu berlangsung dalam waktu yang sebentar dan cepat. 

Bayangkanlah, perjalanan semalam saja masih sulit diterima, apalagi perjalanan yang hanya sekejap yang itu mungkin hanya beberapa menit, atau mungkin hanya beberapa detik.

Kelima, minal masjidil harâmi ilal masjidil aqsha (dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa). Mengapa perjalanan Rasulullah ini dari masjid ke masjid? Mengapa pula tidak dari rumahnya atau dari Gua Hira ke tujuan lain yang bukan masjid (dari tempat yang bukan masjid ke tempat lain yang bukan masjid juga)?
Patut diketahui, bahwa masjid adalah tempat yang menyimpan energi positif sangat besar. Dengan kamera aura yang bisa memfoto dan memvideokan sesuatu, jika ada orang yang sedang berzikir ataupun membaca al-Quran, ternyata orang tersebut memancarkan cahaya yang terang benderang. Berbeda halnya dengan orang yang sedang marah, depresi, ataupun stress, maka orang tersebut akan memancarkan cahaya berwarna merah. Warna aura ini bertingkat, yaitu dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, sampai warna putih. Setiap kita memancarkan energi. Akan terpancar energi dari setiap aktivitas yang kita lakukan, dan energi itu menancap di tempat kita berada ketika itu. Energi itu membekas, sehingga seluruh aktifitas kita akan terekam. Allah berfirman:

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S. Qâf: 18)

Raqib dan Atid kemudian dijadikan sebagai nama malaikat yang mencatat amal kebaikan dan keburukan. Rekaman tersebut di ruang tiga dimensi, dan suatu ketika akan diputar lagi. Allah berfirman:
Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (Q.S. Qâf: 22)
Di pengadilan akhirat itu, manusia akan bisa melihat seluruh perbuatan yang dilakukannya di dunia.

Masjid mengandung energi positif sangat besar, terutama masjid yang sering digunakan sebagai tempat beribadah. Semakin sering, semakin banyak, dan semakin khusyuk, maka energinya akan semakin besar. Rasulullah berangkat dari masjid menuju ke masjid. Terminal keberangkatannya di masjid

Keenam, bâraknâ hawlahu (yang telah Kami berkahi sekelilingnya). Allah memberkati sepanjang perjalanan itu, hal ini karena perjalanan itu memang membahayakan. Dengan keberkahan Allah kondisi Nabi tetap membaik

Ketujuh, linuriyahû min âyâtinâ (agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami). Dalam perjalanan isra’ mi’raj ketika itu Rasulullah ditunjukkan berbagai peristiwa. Mengapakah bisa seperti itu, sedangkan itu adalah waktu yang sangat singkat. Itulah yang disebut sebagai relativitas waktu, yaitu ada perbedaan waktu antara orang yang berkecepatan tinggi dengan orang yang berkecepatan rendah. Kita mengetahui, bahwa antara orang yang tidur dengan orang yang sadar (terjaga) itu waktunya berbeda. Misalnya, ada yang tiba-tiba terlelap tidur yang itu hanya sebentar (mungkin hanya beberapa detik), lalu yang tertidur itu dibangunkan. Yang tertidur itu pun terbangun, lalu ia bercerita baru saja ia bermimpi. Ceritanya itu begitu panjang, seakan-akan mimpinya itu sangat lama, padahal ia hanya tertidur beberapa detik saja. Begitupun dengan Rasulullah, meskipun perjalanan yang dialaminya itu hanya berlangsung sepersekian detik, tetapi beliau ditampakkan berbagai macam peristiwa oleh Allah. Hal ini karena yang memberjalankan Rasulullah adalah Allah yang tak lain adalah zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Kemahamendengaran dan kemahamelihatan Allah itu ditularkan kepada Nabi Muhammad, sehingga kemampuan Rasulullah untuk melihat dan mendengar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 Dan kata kunci yang terakhir ( kedelapan ) adalah innahu huwas samii’ul bashir, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Ini adalah proses penegasan informasi kalimat sebelumnya. Dengan adanya kalimat ini, seakan-akan Alalh ingin memberikan jaminan kepada kita bahwa apa yang telah Dia ceritakan dalam ayat ini adalah benar adanya. Kenapa? Karena berita ini datang dari Allah, Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Maka tak perlu ada keraguan tentang kisah fenomenal ini (Mustofa, 2006:41).

Selanjutnya mengenai Mi’raj diceritakan pada surah an-Najm 14-18:

(14) (yaitu) di Sidratil Muntaha. (15) Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (16) (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. (17) Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. (18) Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. an-Najm: 14-18)

Di dekat Sidratil Muntaha, Rasulullah menyaksikan surga. Tentunya tidak sembarangan orang yang bisa menyaksikan surga, karena sudut padangnya harus tertinggi di alam semesta ini. Dari dunia tidak kelihatan, kalaupun kelihatan hanya sebagian. Jadi, kalau kita merasakan kebahagiaan, maka hal itu mungkin kita telah mendapatkan kebahagiaan surga, namun hanya sedikit sekali perbandingannya, mungkin bagaikan setetes air dibandingkan dengan samudera, itu pun setetes airnya dibagi lagi tak berhingga. Sebaliknya kalau kita menderita, maka itu adalah penderitaan neraka, namun skalanya tak berhingga.

Lantas ke manakah Rasulullah melanglang buana? Menyeberangi langit ataukah beliau langsung masuk ke Sidratil Muntaha yang kita tidak tahu di mana letaknya.

Betapa besarnya langit angkasa semesta. Apakah langit? Langit adalah seluruh ruangan alam semesta ini. Matahari dikelilingi oleh planet-planet, bumi tempat kita tinggal adalah termasuk salah satu planet yang mengitari matahari. Matahari yang tadinya kelihatan besar, semakin jauh kita lihat maka semakin kecil. Ketika matahari yang kita terlihat itu semakin kecil, maka biasanya kita tidak lagi menyebutnya matahari, melainkan kita menyebutnya bintang. 

Matahari itu ternyata demikian banyaknya, seluruh bintang-bintang itu sebenarnya adalah matahari. Diperkirakan jumlahnya trilyunan. Matahari-matahari (bintang-bintang) itu bergerombol membentuk galaksi. Galaksi adalah gerombolan matahari (bintang), di tengahnya ada matahari yang lebih besar, dan di sekitarnya ada sekitar 100 milyar matahari (bintang). 

Bintang-bintang itu bergerombol mengitari pusatnya membentuk suatu galaksi. Galaksi tempat bumi dan matahari kita berada adalah galaksi Bimasakti. Di sebelah galaksi Bimasakti ada galaksi Andromeda yang isinya diperkirakan juga 100 milyar matahari. Galaksi-galaksi itu diperkirakan trilyunan jumlahnya. Para ahli astronomi bahkan sampai kehabisan nama untuk menyebut galaksi karena saking banyaknya.

Galaksi-galaksi itu ternyata bergerombol-gerombol lagi membentuk gerombolan yang lebih besar yang dinamakan sebagai supercluster. Isinya diperkirakan 100 milyar galaksi. Apakah supercluster adalah benda terbesar dan terjauh di alam semesta, hingga kini belum ada yang mengetahuinya.

Jarak bumi ke matahari adalah 150 juta kilometer. Kalau dilewati cahaya maka dibutuhkan waktu 8 menit. Jadi, kalau kita melihat matahari terbit yang sinarnya sampai ke mata kita, maka cahaya yang sampai ke mata kita itu sebetulnya bukanlah matahari sekarang, melainkan matahari 8 menit yang lalu. Cahaya matahari itu berjalan selama 8 menit barulah sampai ke mata kita. Sementara bintang kembar (Alpha Century) jaraknya dari bumi adalah 4 tahun perjalanan cahaya. Kalau kita melihat bintang kembar pada malam hari, maka sebetulnya itu bukanlah cahaya bintang kembar saat itu, melainkan bintang 4 tahun yang lalu. Di belakangnya lagi ada bintang yang berjarak 10 tahun perjalanan cahaya. Bayangkanlah kalau kita mau menuju bintang berjarak 10 tahun cahaya menggunakan pesawat tercepat yang dimiliki manusia, misalnya menggunakan pesawat ulang alik yang kecepatannya 20 ribu kilometer per jam. Apakah yang kemudian terjadi? Ternyata dibutuhkan waktu 500 tahun untuk sampai ke bintang tersebut.

Ternyata bumi kita ini bukanlah benda besar di alam semesta, melainkan benda yang sangat kecil. Di belakang bintang berjarak 10 tahun cahaya ada bintang berjarak 100 tahun cahaya, di belakangnya lagi ada yang berjarak 1000 tahun cahaya, yang berjarak 1 juta tahun cahaya, dan juga yang berjarak 1 milyar tahun cahaya. Yang terjauh diketahui oleh ilmuwan Jepang yaitu yang berjarak 10 milyar tahun cahaya. Jadi, bumi kita ini hanyalah sebutir debu di padang pasir alam semesta raya.


Jadi, manusia adalah debunya bumi, bumi debunya tata surya, tata surya debunya galaksi Bimasakti, galaksi Bimasakti debunya supercluster, supercluster debunya langit pertama, karena langit itu ada tujuh (sab’a samawâti). Ilmu astronomi hanya mengetahui langit itu satu, tapi al-Quran mengatakan langit itu ada tujuh, karena menurut al-Quran bahwa langit yang kita kenal itu yang banyak bintang-bintangnya barulah langit dunia (langit pertama). Allah berfirman: Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, (Q.S. ash-Shâffât: 6)

Sudah sedemikian besarnya langit pertama, ternyata langit pertama adalah debunya langit kedua, karena langit kedua itu besarnya tak berhingga kali dibandingkan langit pertama. Langit ketiga besarnya tak berhingga kali dibandingkan langit kedua. Begitu seterusnya setiap naik ke langit selanjutnya selalu tak berhingga kali besarnya dibandingkan langit sebelumnya, hingga langit ketujuh tak berhingga kali dibandingkan langit keenam, serta tak berhingga pangkat tujuh dibandingkan langit pertama.

Jadi, langit pertama adalah debunya langit kedua, langit kedua debunya langit ketiga, seterusnya hingga langit ketujuh, dan seluruh langit yang tujuh beserta seluruh isinya hanyalah debu atau lebih kecil lagi di dalam kebesaran Allah. Beginilah cara al-Quran menggiring pemahaman kita tentang makna Allahu Akbar. Semestinya menurut al-Quran, bahwa belajar mengenal Allah itu adalah dari seluruh ciptaan-Nya. Dengan begitu kita akan mengetahui betapa Maha Besarnya Dia, betapa Maha Menyayangi, Maha Teliti, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, tak cukup hanya dari lafaznya, karena kita takkan mendapatkan rasa yang sesungguhnya.

Bayangkanlah betapa Rasulullah melakukan perjalanan menuju langit ketujuh. Sebetulnya Rasulullah berjalan ke langit ketujuh itu apakah melintasi ruang angkasa atau tidak?

Kalaupun badan Rasulullah diubah menjadi cahaya, maka dari bumi menuju bintang Alpha Century yang berjarak 4 tahun cahaya, maka Rasulullah membutuhkan waktu 4 tahun untuk sampai ke bintang Alpha Century, untuk menempuh yang berjarak 10 tahun cahaya dibutuhkan waktu 10 tahun, untuk menempuh yang berjarak 10 milyar tahun cahaya dibutuhkan 10 milyar tahun. Sepertinya Rasulullah tidak melewati ruang angkasa, melainkan ada ruangan langsung yang tidak ke sana (tidak ke ruang angkasa) tetapi memahami semua itu. Di manakah itu?

Ternyata langit kedua terhadap langit pertama tidak bertumpuk seperti kue lapis (dalam konteks Mi’rajnya Rasulullah). Sering kita berpendapat dari cerita-cerita klasik bahwa Nabi Muhammad dan malaikat Jibril menuju ke langit ketujuh dengan cara naik menggunakan tangga, kemudian bertemu langit yang digambarkan seperti langit-langit, kemudian di situ ada pintunya dan ada penjaganya. Lalu Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad ditanya mau ke mana oleh si penjaga langit. Dijawab oleh Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad bahwa akan bertemu dengan Allah. Kalau begitu, berarti Allah itu jauh sekali. Padahal di dalam al-Quran digambarkan bahwa Allah itu dekat, dan Nabi Muhammad mengetahui itu. Allah berfirman: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (Q.S. Qâf: 16)


Bahkan dinyatakan juga di dalam al-Quran: Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. al-Baqarah [2]: 115)

Timur dan Barat milik Allah. Ke manapun kita menghadap, maka kita berhadapan dengan Allah, karena Allah sedang meliputi kita. Dan Rasulullah tahu persis akan hal itu. Jadi untuk bertemu Allah tak perlu ke Sidratil Muntaha. Dan memang Rasulullah ke Sidratil Muntaha bukanlah untuk menemui Allah, karena Allah sudah meliputi Rasulullah, juga meliputi kita semua di manapun kita berada.


Isra’ Mi’raj itu sebetulnya bertujuan membawa Rasulullah ke satu posisi yang paling tinggi untuk memahami betapa dahsyatnya ciptaan Allah. Untuk apakah semuanya itu? Yaitu untuk memotivasi Rasulullah. Mengapakah demikian? Karena sebelum Isra’ Mi’raj, Rasulullah sedang berada pada titik terendah perjuangannya yang paling sulit, yaitu ketika dijepit oleh orang kafir dan diembargo secara ekonomi. Di saat-saat itu justru Allah mewafatkan paman Rasulullah (Abi Thalib) dan mewafatkan istri Rasulullah (Khadijah). Hal ini bukannya tidak sengaja, melainkan disengaja oleh Allah, karena memang tak ada yang kebetulan di dalam kehidupan ini.

Semuanya itu justru terjadi pada saat Rasulullah berada pada titik nadir perjuangannya. Beliau berharap memindahkan front syi’arnya ke luar kota (yaitu ke Tha’if). Beliau berharap disambut baik oleh penduduk Tha’if, tapi malah yang terjadi beliau dilempari batu sampai berdarah-darah. Maka kemudian Allah memompa kembali semangat beliau, yaitu dengan cara Isra’ Mi’raj. “Muhammad, engkau adalah utusan Allah,” mungkin seperti itulah yang ingin disampaikan oleh Allah melalui peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut.
Ketika Rasulullah kembali dari Isra’ Mi’raj, maka setahun kemudian terjadilah titik balik perjuangannya, yaitu beliau bersama pengikutnya hijrah ke Madinah, kemudian dari Madinah bisa menaklukkan kota Mekkah.

Peringatan :
  • Kisah isra' dan mi'raj Nabi adalah benar karena yang memberitakannya adalah Al-Quran kitab suci kita 
  • Kisah mi'raj Nabi adalah benar walau tidak kasat oleh logika kita sebab dalam agama kebenaran yang dipakai adalah kebenaran wahyu bukan akal yang dieksprimen dulu , wahyu lebih tinggi dari logika
  • kebenaran isra' dan mi'raj nabi wajib di yakini dan adapun caranya Nabi muhammad  dan bagaimana atau kaifiyyat Nabi keatas langit ke 7 sampai sidrotul muntaha tidak menjadi kewajiban mengetahuinya  . yang penting percaya dan yakin didalam hati adapun cara yang ril dan sebenarnya wallohua'lam sebab banyak pendapat paradikma islam dalam hal ini. 
  • Logikanya isra' itu benar dan logis sekali ,seperti ini . jika Nabi Muhammad adalah milik Allah dan langit serta alam ini milik Allah dan dalam kondisi ini Allah yang menghendaki so ,  apa susahnya ?. Simplenya seperti ini . jika anda punya HP lalu kamu tarok dilantai terus mau kamu pindahkan ke kantong , kelemari , keatas rak buku . gak susahkan ? kenapa karena pemilik HP adalah anda . coba kalau teman anda yang punya ? mana bisa kamu geser kemana sesuka hati kamu .
Demikianlah artikel isra' mi'raj .yang kami kumpulkan dari berbagai sumber .Semoga manfaat buat sehabat dan teman sekalian . Allah yang Maha Tahu